ADVERTISEMENT

Kenapa Harga Bensin di Malaysia Murah Banget? Ini Jawabannya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 12 Jul 2022 16:39 WIB
Mobil berpelat Singapura isi BBM RON 95 di Malaysia
Foto: Mobil berpelat Singapura isi BBM RON 95 di Malaysia (Facebook Najib Razak)
Jakarta -

Di Malaysia harga bahan bakar minyak (BBM) terbilang sangat murah. Bahkan, bensin dengan research octane number (RON) lebih besar ketimbang Pertamax harganya lebih murah daripada Pertalite.

Harga BBM RON 95 di Malaysia terbilang murah cuma 2,05 ringgit atau kalau dirupiahkan setara dengan Rp 6.936. Itu bahkan lebih murah daripada Pertalite yang punya RON 90.

Sebagai perbandingan, harga BBM non-subsidi di Indonesia melonjak cukup tajam. Bahkan untuk BBM dengan kandungan RON 95 yang dijual Shell harganya sudah tembus Rp 20.500. Shell juga menaikkan harga BBM RON 92 (Super) menjadi Rp 18.990 per liter.

Pertamina pun demikian. Ada beberapa jenis BBM Pertamina yang harganya ikut terkerek. Pertamax Turbo misalnya, semula dijual Rp 14.500 kini Rp 16.200 per liter. Dexlite juga harganya naik dari Rp 12.950 menjadi Rp 15.000 per liter. Tak ketinggalan harga Pertamina Dex juga merangkak dari Rp 13.700 menjadi Rp 16.500 per liter. Meski, Pertamina masih mempertahankan harga Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Kenapa harga bensin di Malaysia bisa murah banget? Alasannya karena Pemerintah Malaysia masih memberikan subsidi untuk bahan bakar. Berkat subsidi besar tersebut, harga bensin di Malaysia termasuk salah satu yang termurah di dunia.

Pemerintah memberikan subsidi untuk bahan bakar jenis bensin RON 95 dan bahan bakar diesel. Makanya kedua jenis BBM itu murah banget. Sementara bahan bakar RON 97 tidak diberikan subsidi.

Dikutip Paultan, total subsidi yang akan digelontorkan Pemerintah Malaysia tahun ini diperkirakan menjadi 28 miliar ringgit (setara Rp 94,6 triliun). Angka itu naik tajam dari tahun 2021 yang hanya 11 miliar ringgit (Rp 37,19 triliun).

Subsidi BBM Tak Tepat Sasaran

Menteri Keuangan Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz mengatakan berdasarkan studi yang dilakukan Bank Negara Malaysia, setiap 1 ringgit subsidi BBM, 53 sen di antaranya masuk ke kelompok berpenghasilan tinggi. Sementara hanya 15 sen yang dimanfaatkan oleh kelompok berpenghasilan rendah.

Karenanya, Tengku Zafrul mengatakan bakal melakukan uji coba mekanisme sistem subsidi BBM yang tepat sasaran.

"Kami akan menguji dan memutuskan kapan kami merasa nyaman dengan mekanisme dan platform bagaimana kami menjalankannya. Jelas pengalaman pelanggan akan bervariasi di daerah pedesaan maupun di kota," katanya.

Tengku Zafrul mengatakan akan turun ke SPBU untuk menguji mekanisme atau anjungan yang diajukan ke pemerintah.

"Bulan lalu (subsidi BBM pada Juni 2022) sudah mencapai RM5 miliar (setara Rp 16,9 triliun) sebulan," tambahnya.



Simak Video "Adu Murah! Ini Perbandingan Harga Bensin di Negara ASEAN"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT