ADVERTISEMENT

Apa Untungnya Kendaraan Diesel Terapkan Euro 4?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 13 Apr 2022 19:52 WIB
Mercedes-Benz akhirnya resmi merakit mobil niaganya Axor Mercedes-Benz 2528C di Bogor, Jawa Barat
Truk Mercedes-Benz. (Grandyos Zafna/detikoto)
Jakarta -

Saat ini Indonesia sudah mulai menerapkan standar emisi Euro 4 untuk mesin bensin dan diesel. Per April ini, kendaraan diesel sudah harus menerapkan standar Euro 4. Apa untungnya?

Bimo Nuswantoro, Sales Support and Trainer PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), mengatakan standar emisi Euro 4 tentunya lebih bersih dari segi gas buang.

"Jadi kalau kita lihat, ada empat kandungan yang diatur dalam emisi Euro. Pertama adalah kandungan karbon monoksida (CO), kandungan hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan particulate matter (PM)," ucap Bimo.

Dibanding Euro 2, berdasarkan hasil pengujiannya standar emisi Euro 4 memiliki empat kandungan yang lebih rendah. Kandungan karbon monoksida pada Euro 4 turun 62,5% dibandingkan Euro 2. Selanjutnya hidrokarbon turun 58,2% dibanding Euro 2, Nitrogen oksida turun 50% dibanding Euro 2 dan particulate matter turun 86,67%.

"Particulate matter inilah yang menghitamkan langit. Jadi particulate matter itu biasa dikenal juga dengan jelaga," ujar Bimo.

Untuk mendukung penerapan Euro 4, kendaraan juga harus menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang sesuai dengan standar Euro 4. Untuk BBM diesel Euro 4 saat ini yang disediakan Pertamina adalah Pertamina Dex dengan CN 51.

Bagaimana kalau Pakai Biosolar?

Jung Woo Park, President Director PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia mengatakan, untuk mendukung standar emisi harusnya pengguna kendaraan memakai BBM yang sesuai Euro 4 yaitu minimal Pertamina Dex untuk mesin diesel.

"Karena kita bicara standar emisi. Dan kita menerapkan Euro 4 untuk membuat langit biru, kan? Untuk mencapai tujuan itu, sayangnya konsumen harus menggunakan BBM Euro 4 yang saat ini hanya ada pertadex cn 51. Itu satu-satunya bahan bakar yang cocok dengan standar emisi," ucap Jung Woo.

Meski, kata Jung woo, truk dan bus Mercedes-Benz masih bisa menenggak BBM seperti biosolar. Dia menyebut, pihaknya sudah melakukan pengujian kendaraan truk dan bus Mercedes-Benz memakai biosolar dan tidak ada masalah.

"Secara teknis dan secara keandalan, meskipun saya hanya menggunakan biosolar, mesinnya tetap oke. Kami sudah mengujinya, dan memastikan bahwa secara teknis bisa," ujarnya. Namun sekali lagi, Jung Woo menegaskan pihaknya tidak menyarankan kendaraan Euro 4 menggunakan BBM jenis biosolar.



Simak Video "Aturan Emisi Euro 4 Berlaku untuk Diesel, Apa BBM yang Cocok?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT