Perjalanan Darat Tak Perlu Tes PCR-Antigen, Mudik Lebaran Bagaimana?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 12 Mar 2022 16:36 WIB
Sejumlah calon penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/7/2021). Menurut data UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Terminal Bekasi, pemudik tujuan Sumatera dan Jawa jelang Hari Raya Idul Adha pada PPKM Darurat mengalami penurunan 70% persen dengan rata-rata jumlah penumpang sebanyak 250 orang per hari. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Syarat perjalanan tanpa tes antigen dan PCR apakah akan berlanjut saat periode mudik Lebaran? (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengeluarkan kebijakan baru terkait perjalanan darat. Kini, melakukan perjalanan darat tak perlu lagi melampirkan hasil negatif tes antigen atau PCR jika sudah divaksin dosis 2 atau booster (dosis 3). Bagaimana dengan periode mudik Lebaran nanti?

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, bilang hal itu sesuai dengan surat edaran yang sudah dikeluarkan Kementerian Perhubungan.

"Kalau masyarakat vaksin dosis 2 atau boster boleh menggunakan perjalanan tanpa melakukan rapid tes antigen atau PCR," ujar Budi saat ditemui usai meninjau pameran otomotif Jakata Auto Week di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu (12/3/2022).

Lalu bagaimana dengan mudik? Apakah tahun ini dibolehkan mudik lebaran?

Budi belum bisa memastikannya. Namun, menurut Budi, pihak Kementerian Perhubungan dengan Korlantas Polri menyiapkan strategi untuk mudik lebaran tahun ini.

"Kalau mudik saya lagi bahas kemarin dengan Pak Menteri Perhubungan, dengan Pak Kakorlantas Polri, kemungkinan kalau misalnya ini sudah tidak kita gunakan, mungkin kita akan gunakan skema sama seperti 2019. Tapi ini masih jadi tahapan perencanaan kita. Saya lagi diskusi dengan Pak Kakorlantas Polri," ujarnya.

Adapun skema yang digunakan pada musim mudik 2019 atau sebelum pandemi, kata Budi, salah satunya adalah penerapan one way atau jalur satu arah di Tol Trans Jawa.

"Kalau dulu tahun 2019 ada one way, ini lagi dilakukan penelitian dulu. survei sudah ada tahap satu oleh Biro Litbang Kementerian Perhubungan, tapi kemarin Pak Menteri minta ada survei kedua dan itu akan dijadikan sebagai referensi untuk policy management traffic untuk di angkutan lebaran 2022," ujar Budi.

Namun, saat ditanya apakah tahun ini dibolehkan mudik, Budi tak bisa memastikannya. "Saya antisipasi aja," pungkas Budi.



Simak Video "Dear Pemudik, Pak Jokowi Imbau Balik dari Kampung Halaman Lebih Awal"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)