Syarat Perjalanan Naik Bus dan Mobil Pribadi Terbaru, Tak Wajib Antigen-PCR

ADVERTISEMENT

Syarat Perjalanan Naik Bus dan Mobil Pribadi Terbaru, Tak Wajib Antigen-PCR

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 11 Mar 2022 12:37 WIB
Terminal Pulogebang turut ramai oleh warga yang hendak pergi ke luar kota. Meski pandemi, momen libur panjang dimanfaatkan warga untuk mudik maupun berwisata.
Syarat naik bus dan mobil pribadi, kini tak perlu antigen atau PCR. (Rifkianto Nugroho/detikoto)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis syarat perjalanan darat terbaru menggunakan kendaraan pribadi hingga angkutan umum. Kini, melakukan perjalanan pakai kendaraan pribadi dan transportasi umum tak perlu menunjukkan hasil tes antigen atau PCR lagi.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan No. SE 23 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa COVID-19.

Dalam surat edaran itu, setiap pelaku perjalanan menggunakan kendaraan bermotor umum, kendaraan bermotor perseorangan dan angkutan penyeberangan wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan. Selanjutnya, pengendara atau penumpang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri. Jika tidak memiliki smartphone pendukung aplikasi PeduliLindungi maka dapat menunjukkan NIK atau nomor KTP.

Pelaku perjalanan juga memiliki dan menunjukkan kartu vaksin dosis kedua atau dosis ketiga (booster). Mereka yang sudah dapat vaksin dosis kedua dan ketiga tak perlu menunjukkan tes PCR atau antigen. Namun, jika pelaku perjalanan baru mendapatkan vaksin dosis pertama, maka harus menunjukkan hasil tes PCR dan antigen yang negatif.

Selanjutnya, pelaku perjalanan orang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi, wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Mereka juga diwajibkan melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

Kini, pelaku perjalanan orang dengan usia di bawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan bermotor perseorangan, kendaraan bermotor umum, transportasi penyeberangan dalam satu wilayah/ kawasan aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen.

[Gambas:Instagram]



Surat Edaran itu juga mengatur pembatasan kapasitas penumpang untuk kendaraan bermotor umum, kendaraan pribadi serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Pertama, pembatasan jumlah penumpang paling banyak 70% dari jumlah kapasitas tempat duduk dan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing) untuk daerah dengan kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3. Kedua, pembatasan jumlah penumpang paling banyak 100% dari jumlah kapasitas tempat duduk dan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing) untuk daerah dengan kategori PPKM Level 2 dan Level 1 serta tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat dipasang sekat antara pengemudi dan penumpang untuk penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

Setiap Kendaraan Bermotor Umum yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi, angkutan antarkota dalam provinsi, angkutan antarjemput antarprovinsi wajib masuk dan singgah di terminal penumpang.

Demikian syarat perjalanan terbaru berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubungan No. SE 23 Tahun 2022.



Simak Video "Mulai Hari Ini, Wajib Booster agar Bebas Syarat Perjalanan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT