ADVERTISEMENT

SPBU Listrik Rusia Kena Hack: Olok-olok Presiden Putin hingga Dukung Ukraina

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 03 Mar 2022 20:05 WIB
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik di Rusia kena hack
'SPBU Listrik' di Rusia diretas Foto: twitter
Jakarta -

Kelompok hackers mulai mengganggu Rusia sejak operasi militer ke Ukraina. Salah satunya menyerang stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPBU listrik

Pemilik mobil listrik menjadi target terbaru dalam perang dunia maya yang semakin canggih. Pengguna media sosial telah melaporkan beberapa 'SPBU listrik' di sepanjang jalan raya M11 Rusia sekarang menampilkan pesan 'Putin is a d***head', 'Glory To Ukraine', Glory to The Heroes', demikian seperti detikOto kutip dari dailymail, Kamis (3/3/2022).

SPBU listrik itu saat ini tidak bisa digunakan. perusahaan energi Rusia Rosseti, menyebut stasiun pengisian kendaraan listrik di sepanjang jalan raya M11 Rusia - yang membentang dari Moskow ke Saint Petersburg - telah dimatikan karena perusahaan Ukraina yang membantu pembuatannya dilaporkan meretas sistem kontrol untuk menampilkan pesan anti-Putin tersebut.

"Stasiun pengisian daya yang dipasang di jalan raya M-11 dibeli pada tahun 2020 sebagai hasil daripengadaan terbuka. Pemasoknya adalah LLC "Gzhelprom" (Rusia). Kemudian ditemukan bahwa komponen utamanya (termasuk. pengontrol p.m.) sebenarnya diproduksi oleh perusahaan Autoenterprise terkenal pasar (Ukraina)," bunyi pernyataan tersebut, Kamis (3/3/2022).

Tidak dilaporkan berapa banyak titik pengisian kendaraan listrik yang diretas atau dinonaktifkan bagi pengemudi kendaraan listrik.

Perusahaan Rosseti menambahkan bahwa mereka sedang bekerja untuk mengisolasi peretasan, dan mengatakan bahwa titik pengisian akan segera diaktifkan kembali.

Insiden tersebut hanyalah salah satu dari beberapa serangan dunia maya besar yang menimpa Rusia selama beberapa hari terakhir, setelah kelompok peretas terkenal Anonymous secara resmi menyatakan perang terhadap infrastruktur Rusia setelah invasi ke Ukraina.



Simak Video "Dubes Ukraina: Kami Ingin Indonesia Bersama Kami"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT