Viral Emak-emak Maki Driver Ojol-Kasih Bintang Satu: Digeruduk Lalu Minta Maaf, tapi....

Tim Detikcom - detikOto
Rabu, 02 Feb 2022 18:46 WIB
Keterbatasan tak halangi semangat Hartono untuk mencari nafkah. Dengan motornya ia mengumpulkan rezeki sebagai seorang driver ojek online. Berikut kisahnya.
Ilustrasi Ojol GoJek Foto: Wisma Putra/detikcom
Jakarta -

Saling menghargai adalah pelajaran paling baik yang bisa kita ambil dari untuk kejadian yang satu ini. Viral di media sosial emak-emak memaki dan berkata kasar melalui pesan singkat aplikasi ojol dan memberi bintang satu, yang kemudian berujung aksi geruduk puluhan drivel ojek online.

Peristiwa ini terjadi di Cirebon Jawa Barat. Semua bermula dari si pelanggan yang sepertinya tidak puas dengan pelayanan sang ojol terkait lokasi penjemputan/antar. Si pelanggan kemudian meluapkan hal tersebut melalui fitur rating dan masukan.

Si pelanggan tersebut bukan hanya memberi satu bintang, namun juga menuliskan kata-kata makian.

"Driver g****g! Udah dikasih alamat...Emang dasar g****g, nggak mau baca...Udah dikasih alamat...Ya tetep g****g aja," demikian komentar di pelanggan yang hasil tangkapan layarnya tersebar luas.

Penggunaan kata-kata kasar dan makian tersebut sepertinya memancing emosi para driver ojol yang lain. Maka puluhan driver ojol pun ramai-ramai menggeruduk kediaman si pelanggan tersebut.

Peristiwa ini viral dan muncul video aksi gerebeg tersebut di berbagai platform media sosial.

"Pelanggan yang maki driver ojol dan berikan bintang satu di Cirebon klarifikasi dan minta maaf. Di postingan sebelumnya, seorang driver ojek online (ojol) di Cirebon bernama Ahmad Asep mendapat perlakuan kasar dari pelanggan karena dianggap sempat terlewat beberapa rumah saat mengantar pesanan," tulis pada akun info_jabodetabek dan infodepok_id.

"Tak hanya memaki-maki, pelanggan tersebut bahkan tega memberi bintang 1 meski dirinya telah menyelesaikan tugas mengantar makanan. Akibatnya, rekan-rekan driver ojol Asep tidak terima dan mendatangi rumah pelanggan tersebut untuk meminta klarifikasi," lanjut dalam kun tersebut.

Dalam video yang juga beredar ramai di media sosial, emak-emak si pengguna jasa ojol terlihat sudah maaf dengan difasilitasi petugas kepolisian. Namun netizen banyak menganggap permintaan maaf tersebut tidak sepenuhnya tulus.

"Dr cara ngmongnya kekknya si ibu ini shombong bner," tulis akun vy_mommyakmal.

"Keliatannya gak niat minta maaf juga ya," ujar akun niariski81 sambil memberikan ikon sedih meneteskan air mata.

Sebagai catatan kita sebagai pengguna jasa ojol memang harus memiliki etika, karena para ojol pun telah mendapat ketentuan harus memiliki etika yang baik. Bahkan aturan etika diatur jelas dan jika ojol melanggar akan langsung diputus kerjasama mereka dengan pihak ojol, sedangkan kita sebagai pengguna jasa nyaris tidak terikat aturan apapun dengan operator ojol.

"Sebuah fenomena mengerikan dan dapat menjadi pembelajaran mahal bagi semua stake holders Gojek Online," ujar Founder dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

[Gambas:Instagram]


(Halaman Selanjutnya: Kode Etik Ojol)