Premium Mau Dihapus, Kendaraan di Jakarta Harusnya Sudah Tak Pakai Lagi

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 30 Des 2021 15:58 WIB
Warga membeli bbm subsidi jenis premium di SPBU Pertamina, Otista, Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019). Pertamina berharap penyaluran BBM Bersubsidi tepat sasaran. Sebab yang terjadi di lapangan hingga kini BBM Bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.
Premium mau dihapus. (Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Pemerintah berencana menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dengan RON 88. Wacananya, Premium akan dihapus pada tahun depan, disusul Pertalite (RON 90).

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, mengatakan kendaraan saat ini seharusnya sudah tidak lagi mengonsumsi Premium. Ini menyangkut kondisi lingkungan karena BBM dengan RON lebih rendah dianggap kurang ramah lingkungan.

"Kalau sekarang ada wacana untuk menghapus Premium, Jakarta itu memang seharusnya sudah tidak menggunakan Premium. Harusnya sudah pakai Pertamax atau bahkan Pertamax Turbo. Standar Euro 2 dengan emisi yang lebih rendah," kata Tulus dalam diskusi yang digelar Institut Studi Transportasi (Instran).

Menurut Tulus, salah satu cara pengurangan emisi adalah dengan menggunakan transportasi publik. Sebab, jika menggunakan kendaraan pribadi, selain menambah kemacetan juga menyumbang polusi yang tinggi.

"Coba bayangkan kalau satu bus misalnya full capacity katakan 80 orang semua bawa mobil, berapa ratus meter yang diperlukan ruas jalan untuk menampung 80 mobil itu. Dengan menggunakan Transjakarta atau angkutan massal itu menghemat penggunaan ruang jalan. Dan juga mengurangi polusi. Karena dengan menggunakan kendaraan pribadi polusinya sangat tinggi karena menggunakan BBM, apalagi BBM-nya jenis BBM murah seperti Premium," ujar Tulus.

Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjajanto Zaenuri harusnya Indonesia sudah menghapus Premium sejak 2003. Sebab, kata dia, sejak 2003 Indonesia sudah mencanangkan pengadopsi standar emisi Euro 2.

"Kalau Euro 2 itu minimum oktannya 91. Pertalite pun tidak masuk. Artinya Pertamax lebih cocok. Sebelum itu diberlakukan biasanya produsen kendaraan sudah mengubah dulu kendaraannya agar sesuai dengan Euro 2, artinya cocok dengan RON minimum 91," kata Tri saat dihubungi detikcom, Selasa (28/12/2021).

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan, Indonesia memasuki masa transisi yaitu BBM Pertalite akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

"Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan," katanya dalam keterangan tertulis dikutip detikcom.

Pemerintah juga tengah menyusun peta jalan (roadmap) BBM ramah lingkungan. Nantinya, BBM Pertalite juga bakal digantikan dengan kualitas bahan bakar yang lebih baik.

"Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax," ungkapnya.



Simak Video "Premium-Pertalite Bakal Dihapus, Apa Semua Motor Cocok Pakai Pertamax?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)