Ranpur Anoa-2 6x6 Pindad Diuji Ledak, Bagaimana Hasilnya?

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 17 Des 2021 12:59 WIB
Ranpur Anoa 6x6 Diuji Ledak
Ranpur Anoa 6x6 Diuji Ledak. Foto: Dok. Pindad.
Jakarta -

PT Pindad (Persero) melakukan uji ledak ranjau terhadap kendaraan tempur (ranpur) Anoa-2 6x6. Ini merupakan bagian dari pengujian dan sertifikasi struktur tahan ledak ranpur Anoa-2 6x6.

Pengujian tahan ledakan pada ranpur Anoa-2 6x6 bikinan Pindad ini dilakukan dengan peledakan ranjau/TNT yang ditempatkan di bawah lambung kendaraan. Ranjau yang menjadi bahan ujian ini mengacu pada standar STANAG 4569-AEP-55 volume 2 Level 3B (TNT 8 Kg). Uji ledak ini dilakukan untuk memastikan bahwa kemampuan bertahan terhadap keselamatan penumpang berada pada tingkat perlindungan yang disyaratkan sesuai standar dan mendapatkan sertifikasi kelaikan darat.

Uji ledak ini mensimulasikan awak kendaraan dengan sebuah manekin khusus Anthropomorphic Test Device (ATD) crash test dummy bekerja sama dengan FNSS yang dilengkapi sensor untuk mengukur risiko cedera pada awak kendaraan sehingga dapat dievaluasi kelaikan ballistic protection dari Ranpur 6x6 Anoa-2.

Struktur tahan ledak ranpur Anoa-2 6x6 disiapkan secara khusus untuk mengaplikasikan tingkat perlindungan ranpur di medan darat, yaitu dengan menambahkan adds on berupa V-shape di bawah lantai kendaraan antara roda tengah dan belakang.

"Kegiatan uji di sini konsepnya adalah bagaimana kita meningkatkan ballistic protection dari ranpur anoa-2 dengan menambahkan V-shape untuk struktur tahan ledaknya, nanti bisa di lihat perbandingannya sebelum peledakan dan sesudah peledakan seperti apa. Kemudian nanti harapannya kita akan memverifikasi bersama sesuai dengan NATO STANAG 4569 khususnya untuk burried mine threat atau ranjau dengan berbagai parameter yang akan diukur," ujar VP PM & K3LH Pindad, Prima Kharisma, dalam keterangan tertulisnya.

Ranpur Anoa 6x6 Diuji LedakRanpur Anoa 6x6 Diuji Ledak Foto: Dok. Pindad

Pengujian dan sertifikasi juga bertujuan untuk memperoleh data uji materiil yang dapat dijadikan sebagai bahan peningkatan kemampuan ranpur tahan ranjau di medan darat ke depannya.

Mewakili Kabidlaik Darat Puslaik Kemhan, Kolonel Andi Sugiarto mengapresiasi progres kolaborasi terkait kegiatan ini yang sudah diinisiasi sejak 3 tahun yang lalu.

"Kami dari team kelaikan Kementerian Pertahanan hadir menyaksikan tahapan terakhir dari uji. Saya secara pribadi bersyukur karena 3 tahun yang lalu saya diundang dan dibuktikan hingga titik ini, menurut kami sangat luar biasa. Mudah-mudahan kegiatan yang dilakukan hari ini sesuai dengan harapan sehingga dapat benar-benar melindungi personel dari mine blasting sehingga aman dan kami dari puslaik dapat menerbitkan sertifikat tipe dan dilanjutkan First Article yang mana artinya produk ini sudah teruji dan sudah diakui oleh Kementerian Pertahanan RI," katanya.

Adapun spesifikasi mock-up ranpur Anoa-2 6x6 yang digunakan pada uji ledak mengacu pada spesifikasi teknik produk existing Anoa-2 saat ini. Kendaraan tempur ini memiliki berat 14,5 ton, dimensi panjang 6 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 2,150 meter serta terpasang ban runflat (tipe donat).

Mock up juga dilengkapi V-shape baja pelindung tambahan ranpur Anoa-2 6x6 yang memiliki berat sekitar 160 Kg.

Pindad sendiri sebelumnya telah melakukan uji ledak ranjau terhadap kendaraan medium tank Harimau pada Juli 2018 lalu. Dengan uji ledak kali ini, diharapkan perlindungan terhadap ledakan terutama proteksi ranjau dapat diterapkan di kendaraan tempur Anoa 2 6x6. Hasil uji ledak kendaraan tempur Anoa 2 6x6 akan menjadi evaluasi dan pengembangan ke depan untuk perlindungan peledakan pada berbagai produk Kendaraan Khusus PT Pindad (Persero).



Simak Video "Panser Anoa Ikut Tender di Malaysia, Saingannya Turki dan Korea"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)