GIIAS 2021

Mantan Insinyur Tesla Asal Indonesia Bikin Motor Listrik, Harga Cuma Rp 16 Jutaan

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 15 Nov 2021 07:53 WIB
Quest Motors merilis motor listrik pertama Atom Alpha di GIIAS 2021.
Quest Motors merilis motor listrik Atom Alpha di GIIAS 2021 Foto: Ridwan Arifin
Jakarta -

Quest Motors, start up asal Indonesia membawa motor listrik Atom Alpha dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021. Ini merupakan motor di segmen 'toy boys' garapan lokal asal Bandung, Jawa Barat.

Founder Quest Motors, Niko Questera merupakan eks Insinyur di Tesla Motors serta American Honda Motor di Amerika Serikat. Atom Alpha merupakan sepeda motor pertama buatan Quest Motors dengan balutan beragam fitur canggih seperti di Tesla, namun harganya dijual lebih murah dari Honda BeAT.

"Ini Atom Alpha namanya merupakan produk pertama kita dari Quest Motors. Kenapa Atom? soalnya kita kepengen motor ini menjadi produk buat keluarga. Atom kan biasanya barang-barang yang bisa dijadikan satu material. Atom Alpha bisa ditujukan untuk dewasa dan remaja," kata Niko saat ditemui detikcom di GIIAS 2021, Minggu (14/11/2021).

Atom Alpha merupakan motor off the road, alias tidak digunakan untuk jalan raya seperti motor pada umumnya. Niko mengatakan motor ini ditujukan kepada segmen hobi, lifestyel, hingga transportasi bagi industry, dan pariwisata di Indonesia.

"Atom Alpha ini ditujukan buat orang-orang untuk di dalam komplek, dalam pabrik, pariwisata, resort sebagai sarana transportasi," jelas Niko.

Quest Motors merilis motor listrik pertama Atom Alpha di GIIAS 2021.Founders Quest Motors, Niko Questera Foto: Ridwan Arifin

Atom Alpha merupakan produksi lokal yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat. Niko mengatakan tingkat kandungan lokal dalam negeri bahkan sudah mencapai angka 80 persen.

"Semuanya diproduksi di Bandung, palingan yang masih luar itu motor listrik dan baterai cell. Cuma pack-nya kita bikin di Bandung," ujar Niko.

Niko punya latar belakang sebagai insinyur di Tesla. Hal ini menjadi latar belakang tergerak untuk membuat motor pertama, Atom Alpha.

"Engineering di pabrik, sama diagnose untuk servis teknisi. Saya bekerja sebagai jembatan antara engineer pembuat dan teknisi. Sebagai tim pabrik perwakilan dari Developer. Kemudian saya kembali ke Indonesia di akhir 2018," cerita Niko.

"Saya tertarik ingin berkontribusi sebelum saya lupa sama ilmu dan pengalaman saya dari Tesla. Jadi kita bikin Quest Motor ini, semuanya (Tim Quest Motors) dari lokal," sambungnya.

Selain Niko, Atom Alpha juga dibekingi beberapa talenta muda kreatif Indonesia yang berpengalaman di bidang otomotif. Di antaranya Nicholas Santoso yang memegang Product Design yang pernah bekerja di Kawasaki, Adhe Anggriawan Putra sebagai Design Engineer yang memiliki pengalaman di Daihatsu dan Astra Otoparts serta Vicky Ghani, PhD sebagai Head of Technology dengan pengalaman di LG dan Microsoft. Danis Sie sebagai Creative Director yang merupakan pendiri agency Sciencewerk.

Atom Alpha punya dimensi compact

Atom Alpha bukan ditujukan sebagai moda transportasi seperti motor on the road pada umumnya. Motor mungil ini menyasar segmen gaya hidup, hobi, serta usaha di bidang pariwisata.

Satu keunggulan dari Atom Alpha ialah desainnya yang compact. Tak perlu dilipat tetapi motor tetap mudah untuk diangkut ke dalam mobil.
Secara dimensi Atom Alpha memiliki ukuran panjang 1.300 mm x lebar 690 mm x tinggi 1.030 mm. Mungil seperti motor Honda Monkey. Atom Alpha memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding motor pada umumnya mengingatkan seperti mainan masa kecil.

Quest Motors merilis motor listrik pertama Atom Alpha di GIIAS 2021.Quest Motors merilis motor listrik pertama Atom Alpha di GIIAS 2021. Foto: Ridwan Arifin

"Kita inspirasinya mau ke Honda Monkey, tapi mau lebih kecil lagi supaya bisa dimasukkan ke dalam mobil. Kita ingin motor ini meskipun nggak bisa dilipat tetapi tetap mudah dibawa ke resort atau villa, bisa keliling di sawah, ke kebun. Buat have fun-lah, digunakan pas weekend," kata Niko.
Niko menyebut batch pertama dari Atom Alpha sudah diproduksi sekitar 30 unit. Ke depan ia menargetkan kurang lebih ada sekitar 100 Atom Alpha bakal dirakit di Bandung, Jawa Barat.

"Sampai saat ini sudah laku sekitar 26, semoga di GIIAS ini terima pre order lagi," tambah Niko.

Beberapa fitur unggulan dari Atom Alpha ini di antaranya Battery Management System, konektivitas Quest Apps, Keyless Feature menggunakan kartu, Remote Health Check, Live Location Tracking, dan Realtime Notification of Vehicle Status.

[halaman selanjutnya daftar harga dan varian Atom Alpha]