Syarat Naik Pesawat Dianggap Ribet, Penumpang Beralih ke Bus Double Decker

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 02 Nov 2021 12:06 WIB
Armada bus double decker PO Rosalia Indah
Penumpang beralih ke bus double decker karena ribetnya aturan naik pesawat. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Bus double decker menjadi alternatif bagi penumpang pesawat dan kereta api di masa-masa pandemi. Seperti diketahui, syarat perjalanan menggunakan bus umum saat masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tidak serumit syarat perjalanan menggunakan pesawat maupun kereta api.

Perjalanan menggunakan pesawat saat ini memang dipermudah karena sudah tidak diperlukan syarat tes PCR dan diganti dengan tes antigen. Tapi sebelum kebijakan itu diberlakukan baru-baru ini, para penumpang pesawat wajib menyertakan hasil tes negatif PCR. Hal itu dianggap membebani karena biaya tes yang relatif mahal dan hasil tes PCR yang biasanya baru keluar dalam waktu 1 x 24 jam.

Syarat perjalanan menggunakan pesawat yang dianggap rumit itu pun membuat penumpang beralih ke moda angkutan darat. Bus premium seperti double decker menjadi salah satu alternatif mereka untuk melakukan perjalanan keluar kota.

Fenomena tersebut diungkapkan oleh Direktur PT Rosalia Indah Transport FX. Adimas Rosdian Bbuscom. Menurut Adimas, ada penumpang yang ternyata sebelumnya adalah pelanggan pesawat terbang. Mereka pindah ke transportasi bus lantaran ribetnya aturan perjalanan menggunakan pesawat terbang.

"Dari agen banyak memberi informasi ke kita, bahwa ada penumpang yang tadinya naik pesawat, terus karena syarat naik pesawat ada yang ini ada yang itu, akhirnya penumpang pesawat itu coba naik bus, naik Rosalia. Akhirnya mereka pun ketagihan, mereka melakukan repeat order. Kita tahu itu dari agen-agen kami," kata Adimas, di Kantor Pusat Rosalia Indah, Palur, Karanganyar (29/10).

Tak hanya penumpang pesawat, beberapa penumpang kereta api juga diklaim PO Rosalia Indah beralih menggunakan bus double decker mereka. Selain menawarkan layanan premium, bus double decker ini juga menawarkan waktu tempuh relatif cepat karena perjalanan dilakukan melalui jalan tol secara penuh.

"Kereta kan juga nggak kalah kompleks persyaratannya. Jadi akhirnya banyak penumpang (dari pesawat dan kereta api) yang coba bus," sambung Adimas.

Adimas juga mengatakan bahwa PO Rosalia Indah yang dipimpinnya tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa PPKM. "Di saat PO-PO lain banyak yang melonggarkan persyaratan, Rosalia malah mengetatkan persyaratan. Kenapa? Karena pasar premium kita akan tenang, dengan kita menerapkan persyaratan itu. Jadi ada perasaan aman, yang bisa dirasakan oleh pasar premium, karena mereka tidak khawatir bus akan diputarbalikkan," ujarnya.

Pengalaman detikOto keluar kota menggunakan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), hanya membutuhkan sertifikat vaksin dosis pertama dan kedua, serta menunjukkan hasil negatif swab antigen H-1 perjalanan.

(lua/rgr)