Round-Up

5 Fakta WNI Jadi Sopir Truk di Kanada: Gaji Rp 30 Juta Per Minggu, Aman dari Pungli

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 25 Okt 2021 13:25 WIB
Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada
Foto: Dok. Bagus Ananda Putra. Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada.
Jakarta -

Di Indonesia, profesi sopir truk mungkin dianggap sebagai mata pencaharian yang kurang istimewa. Namun di Kanada, profesi sopir truk begitu dihargai. Gaji sopir truk di wilayah Amerika Utara ini cukup tinggi, mencapai Rp 30 juta per minggu. Selain itu, profesi sopir truk juga cukup dihargai di negara ini.

Pengalaman menjadi sopir truk di Kanada diungkapkan oleh Warga Negara Indonesia (WNI), Bagus Ananda Putra. Bagus yang merupakan warga Provinsi Bali, telah bekerja menjadi sopir truk di Kanada selama kurang lebih 9 tahun.

Kepada detikOto Bagus mengatakan jika ia digaji lebih dari Rp 30 juta setiap minggunya. Jam kerja ia pun dibatasi per harinya maksimal 14 jam, dengan jam kerja per minggu totalnya 40 jam. Bagus juga mengatakan jika sopir truk di Kanada bebas dari pungutan liar (pungli).

Berikut fakta-fakta seputar sopir truk di Kanada, seperti yang dikisahkan oleh Bagus:

1. Harus Memiliki SIM Kelas I

Menurut Bagus, sopir truk di Kanada harus memiliki lisensi khusus yang di Indonesia mirip dengan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sopir truk di Kanada harus memiliki lisensi atau SIM kelas I.

"Kalau kelas VI itu untuk motorbike seperti Harley atau motor sport cc besar. Kelas V untuk mobil, kelas VII untuk transisi sebelum ambil kelas V," ungkap Bagus kepada detikOto melalui sambungan telepon (22/10/2021).

Kemudian SIM kelas IV dikhususkan untuk pengemudi taksi dan ambulans, SIM kelas III untuk truk street (bukan trailer) seperti truk Fuso. Nah, untuk SIM kelas II dikhususkan bagi calon pengemudi bus, selain itu ia perlu sekolah khusus untuk membawa penumpang.

"Kemudian SIM kelas I untuk truk-truk trailer. Jadi kelas satu ini bisa nyetir apa saja, tapi kalau nyetir bus tetap harus punya sertifikat bawa penumpang. Nyopir bus kosong masih bisa. SIM kelas I itu yang tertinggi lah," bilang Bagus.

Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di KanadaKisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada Foto: Dok. Bagus Ananda Putra

2. Habiskan Biaya Rp 115 Juta untuk Kursus dan Bikin SIM Kelas I

Kendati gaji sopir truk di Kanada cukup menjanjikan, biaya untuk mengikuti kursus sopir truk dan memperoleh SIM kelas I juga tidak murah. Perlu biaya hingga Rp 115 juta untuk menempuh tahapan tersebut.

Dikatakan Bagus, biaya untuk mendapatkan SIM kelas 1 di sekolah mengemudi truk mencapai 4.000 CAD (dolar Kanada) atau Rp 46 juta, dengan waktu kursus 90 jam. Biaya itu sudah termasuk biaya pembuatan SIM kelas I.

Tapi untuk sekarang, tepatnya sejak 2018 hingga saat ini biaya kursus mengemudi truk di sana sudah tembus angka 10.000 CAD atau Rp 115 juta, tapi dengan waktu kursus lebih lama, yakni 120 jam.

"Pertama kita dites bagaimana kita periksa truk biar kita bisa menemukan segala macam kerusakan. Setelah itu lolos kita diajak jalan, diajak mundurin truk, terus bagaimana cara kita pindah jalur, mematuhi speed limit, dan lain-lain," bilang Bagus.

Ditambahkan Bagus, untuk menjalani kursus teori dan praktik sebanyak 120 jam, pemohon SIM kelas 1 bisa melakukan hal itu sekitar 3 minggu, atau 8 jam sehari dan 5 hari seminggu. Tapi kalau kita sambil kerja, bisa ambil part time 4 jam sehari, dengan waktu sekitar 6 mingguan.

"Biaya 10 ribu dolar sudah total, tapi kalau di tes terakhir kita gagal, maka biaya ditambah lagi untuk bayar yang ngetes dan sewa truk sama trailer, yakni 700-800 dolar (Rp 8 juta-Rp 9,2 juta) bayarnya. Dan kalau gagal lagi, ya bayar lagi," ungkap Bagus.

[Halaman selanjutnya: jam kerja dan besaran gaji sopir truk di Kanada]