WNI Jadi Sopir Truk di Kanada: Kerja 14 Jam Sehari, Bayaran Bulanan Kalahkan Kerja Kantoran

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 24 Okt 2021 07:10 WIB
Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada
Foto: Dok. Bagus Ananda Putra. Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada.
Jakarta -

Sopir truk di Kanada merupakan salah satu profesi menjanjikan. Di negara ini, sopir truk bisa mendapatkan pendapatan maksimal hingga Rp 30 jutaan per minggu. Selain itu, jam kerja sopir truk di Kanada dibatasi 14 jam per hari, serta mendapatkan fasilitas mewah berupa tempat menginap di hotel.

Seperti disampaikan, Bagus Ananda Putra, warga Indonesia asal Bali yang sudah 9 tahun menjadi sopir truk di Kanada, ia berkata bahwa jam kerja sopir truk di Kanada dibatasi 40 jam seminggunya. Jika kerja lebih dari batasan waktu itu, maka akan over time dan mendapatkan uang lembur.

"Seumpama saya bawa single truk, dan saya sudah bawa lebih dari 40 jam, jadi penghasilan asli dikali 1 setengah. Gampangnya kita digaji 46 dolar (CAD) sejam, terus kita kerja 4 hari tembus 40 jam, jadi misal hari kelima kerja, hari keenam kerja, kita akan dibayar 1 setengah, jadi 46 dolar kali 1 setengah berarti 69 dolar per jam," kata Bagus kepada detikOto melalui sambungan telepon (22/10).

"Itu lah yang bikin labour (pekerja) kuli-kuli kayak kita itu bisa membuat penghasilan lebih-lebih dari orang kantor. Kalau orang kantor, kerja lebih di kantor, nggak dapat uang over time karena dia seminggu kerja lima hari, udah gitu aja. Tapi kalau kita (sopir truk) masih dapat uang lembur," sambung Bagus.

Bagus sendiri saat ini bekerja di perusahaan Martin Brower dan mengantarkan logistik untuk restoran cepat saji, McDonald's. "Aku ngantar makanan untuk McDonald's. Aku ngantar susu, ngantar daging, ngantar roti, sampai ke cangkir kertasnya," ungkap pria yang berdomisili di Alberta, Calgary itu.

Sejauh ini jarak terjauh yang ditempuh Bagus bersama truk trailernya adalah sekitar 1.100 km dalam satu kali perjalanan. Jarak tersebut bukanlah masalah karena truk-truk di Kanada boleh memacu kecepatan maksimal hingga 100 km/jam.

Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di KanadaKisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada Foto: Dok. Bagus Ananda Putra

Asyiknya lagi, aturan di Kanada juga membatasi kerja sopir truk hanya 14 jam per hari. Driver truk juga diberi fasilitas penginapan untuk mengistirahatkan badan sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

"Aturan di Kanada, kita boleh nyetir 13 jam di jalan dan 1 jam on duty (total 14 jam kerja). Jadi on duty itu untuk waktu pretrip, periksa-periksa truk. Saya paling lama itu drive 12 jam lah, itu sampai di hotel, besoknya baru boleh lanjutin perjalanan lagi," lanjut bapak dua anak itu.

"Hotel difasilitasi dari kantor. Hotelnya kelas bintang 4. Harga sewa hotelnya sekitar 204 CAD (Rp 2,3 juta) per malam. Tapi tergantung juga sih, kadang di daerah lain, kita juga pernah dikasih hotel yang paling murah. Kalau saya pribadi sih, apapun hotelnya, yang penting saya bisa tidur," ceritanya.

Dan tidak harus menunggu sampai waktu 13 jam mengemudikan truk untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Dengan rute pengiriman yang dekat pun, para pengemudi truk di Kanada seperti Bagus, tetap mendapatkan fasilitas penginapan itu.

"Tergantung tujuannya, kadang saya nyetir cuma 3,5 jam ke kota tetangga, delivery 4 jam, udah ke hotel langsung aja. Besoknya lagi delivery di kota yang sama lagi, dua toko, balik nyetir lagi ke kota asal 3,5 jam. Tapi kalau kita ke tempat yang jauh-jauh kayak ke Prince George, Yellowknife, Whitehorse, kita nyetir aja terus 3 hari. Jadi habis 13 jam waktu nyetir, kita tidur di hotel, besoknya kita lanjutin perjalanan," kata Agus.

[Gambas:Youtube]



(lua/din)