Terpopuler Sepekan

Kisah Jalan Menghilang di Tengah Laut Denmark

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 25 Jul 2021 12:04 WIB
Jembatan Oresund
Foto: boredpanda. Jembatan Oresund di Denmark.
Jakarta -

Kisah jalan yang tiba-tiba menghilang di tengah laut Denmark menjadi salah satu berita terpopuler sepekan di detikOto. Jalan yang menghilang tersebut sebenarnya tidak benar-benar hilang, melainkan sebuah jembatan bernama Oresund, yang di satu ruasnya masuk ke dalam laut, sehingga membentuk terowongan bawah laut. Seperti apa cerita lengkap jalanan atau jembatan ini?

Jembatan Oresund merupakan akses darat yang menghubungkan dua negara, yakni Denmark dan Swedia. Salah satu ujung jembatan ini berada di Kota Copenhagen, sementara ujung lainnya di Kota Malmo. Jika dilihat dari foto yang beredar di internet, jembatan ini punya keunikan karena jalurnya seolah-olah hilang di tengah laut.

Tentu faktanya tidak seperti itu. Jembatan ini membentang sepanjang 8 Km, lalu perlahan akan turun ke bawah masuk ke dalam terowongan bawah laut. Untuk terowongannya sendiri punya jarak sejauh 4 km, sehingga total ruas jalanan tersebut mencapai 12 km. Jembatan Oresund punya lebar 23,5 meter, sedangkan rentang terpanjangnya mencapai 490 meter.

A picture taken on June 30, 2020 in Copenhagen, shows a view of the Oresund Bridge, which connects Denmark and Sweden (Copenhagen and Malm). - The 20th anniversary of the bridge will be marked on July 1, 2020. (Photo by Niels Christian Vilmann / Ritzau Scanpix / AFP) / Denmark OUTJembatan Oresund. (Photo by Niels Christian Vilmann / Ritzau Scanpix / AFP) / Denmark OUT Foto: AFP/NIELS CHRISTIAN VILMANN

Dibuka pada 1 Juli 2000, jembatan ini dirancang oleh arsitek asal Denmark, George K.S. Rotne. Dia berhasil keluar sebagai pemenang kompetisi sketsa desain jembatan tersebut.

Cerita pembangunan jembatan ini juga tidak kalah menarik, karena memiliki beberapa tantangan. Pertama, jembatan harus dibangun cukup tinggi dan lebar supaya kapal laut bisa melintas di bawahnya. Jika terlalu pendek, tentunya bisa terjadi tabrakan.

Tantangan kedua, apabila jembatan dibangun terlalu tinggi dikhawatirkan tiang jembatan dapat mengganggu jalur penerbangan di Bandara Copenhagen, Denmark, yang lokasinya tidak jauh dari jalur tersebut. Selain itu, harus ada izin dari otoritas penerbangan setempat jika ingin tetap membangun tiang jembatan yang tinggi.

Dengan begitu, desainer jembatan ini sengaja membangun jembatan yang dikombinasi dengan terowongan bawah laut untuk mengatasi masalah tersebut.

08/31/2019 - Malmö, SwedenÖresund Bridge (also spelled Øresund Bridge) links Copenhagen, Denmark, to Malmö, Sweden by road and by rail.The bridge itself is nearly 8 km long. It is combined with the Drogden tunnel that is 4 km long.It was designed by the Danish engineering firm COWI and built from 1995 to 1999.The area is crossed by numerous sea routes involving ships of all types and sizes.Jembatan Oresund. Foto: Getty Images/Iacob MADACI

Dikutip dari berbagai sumber, saat rancangan jembatan dan terowongan disetujui, tantangan lain muncul, yakni tidak ada pulau untuk melakukan transisi dari jembatan ke terowongan. Untuk mengatasinya, akhirnya dibangun sebuah pulau buatan dari batu dan tanah yang dikeruk dari dasar laut. Pulau tersebut kemudian diberi nama Peberholm.

Selain dilintasi oleh mobil, pada tingkat bawahnya terdapat jalur rel kereta api yang menghubungkan antara Ibu Kota Denmark dan Swedia tersebut. Proses pembangunan sendiri memakan waktu hampir lima tahun dan menelan biaya sebesar US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 65 triliun.

Pada tahun 2014, tercatat rata-rata ada 19.000 kendaraan melintas di jembatan ini. Sementara tarif untuk melintasi jalan ini adalah sebesar 54 euro, atau setara dengan Rp 924.000.

Meski menggelontorkan dana yang tak sedikit, tapi Denmark dan Swedia patut bangga karena Jembatan Oresund merupakan jalan dan rel di atas jembatan terpanjang di Eropa. Selain itu, jembatan ini telah memenangkan sejumlah penghargaan dari desain dan tekniknya.

[Gambas:Youtube]



(lua/lua)