Cerita Jalan yang Tiba-tiba 'Menghilang' di Tengah Laut Denmark

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Rabu, 21 Jul 2021 06:37 WIB
Jakarta -

Pernahkah kamu melihat gambar di internet mengenai sebuah jalan yang tiba-tiba seperti menghilang di tengah laut? Jalan tersebut bernama Jembatan Oresund. Jalan (atau jembatan) itu sebenarnya tak benar-benar menghilang, melainkan masuk ke dalam laut.

Ada banyak cerita menarik dari jembatan dan juga terowongan bawah laut ini.

Jembatan Oresund merupakan akses darat yang menghubungkan dua negara yakni Denmark dan Swedia. Salah satu ujung jembatan ini berada di Kota Copenhagen, sementara ujung lainnya berada di Kota Malmo. Jika dilihat dari foto yang beredar di internet, jembatan ini punya keunikan karena jalurnya seolah-olah hilang di tengah laut.

Tentunya tidak seperti itu. Jembatan ini membentang sepanjang 8 Km, lalu perlahan akan turun ke bawah masuk ke dalam terowongan bawah laut. Untuk terowongannya sendiri punya jarak sejauh 4 km, sehingga total ruas jalanan tersebut mencapai 12 km.

Jembatan Oresund ini memiliki lebar 23,5 meter, sedangkan rentang terpanjangnya mencapai 490 meter.

Dibuka pada 1 Juli 2000, jembatan ini dirancang oleh arsitek asal Denmark, George K.S. Rotne. Dia berhasil keluar sebagai pemenang saat kompetisi sketsa desain jembatan tersebut diadakan.

A picture taken on June 30, 2020 in Copenhagen, shows a view of the Oresund Bridge, which connects Denmark and Sweden (Copenhagen and Malm). - The 20th anniversary of the bridge will be marked on July 1, 2020. (Photo by Niels Christian Vilmann / Ritzau Scanpix / AFP) / Denmark OUTJembatan Oresund yang menghubungkan Denmark dengan Swedia Foto: AFP/NIELS CHRISTIAN VILMANN

Pembangunan jembatan ini memiliki beberapa tantangan. Pertama, jembatan harus dibangun cukup tinggi dan lebar agak kapal laut bisa melintas di bawahnya. Jika terlalu pendek, tentunya bisa terjadi tabrakan.

Tantangan kedua, apabila jembatan dibangun terlalu tinggi dikhawatirkan tiang jembatan dapat mengganggu jalur penerbangan di Bandara Copenhagen, Denmark, yang lokasinya tidak jauh dari jalur tersebut. Selain itu, harus ada izin dari otoritas penerbangan setempat jika ingin tetap membangun tiang jembatan yang cukup tinggi.

Maka begitu, desainer jembatan ini sengaja membangun jembatan yang dikombinasikan dengan terowongan bawah laut untuk mengatasi masalah tersebut.

Dikutip dari berbagai sumber, saat rancangan jembatan dan terowongan disetujui namun tantangan lain muncul, yakni tidak ada pulau untuk melakukan transisi antara jembatan ke terowongan. Untuk mengatasinya, akhirnya dibangun sebuah pulau buatan dari batu dan tanah yang dikeruk dari dasar laut. Pulau tersebut kemudian diberi nama Peberholm.

Selain dilintasi oleh mobil, pada tingkat bawahnya terdapat jalur rel kereta api yang menghubungkan antara Ibu Kota Denmark dan Swedia tersebut. Proses pembangunan sendiri memakan waktu hampir lima tahun dan menelan biaya sebesar US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 65 triliun.

A picture taken on December 21, 2020 in Malmo, shows the Oresund Bridge, which connects Denmark and Sweden (Copenhagen and Malm). - Sweden announced on December 21, 2020 it was barring travellers from neigbouring Denmark starting December 22, 2020, after a new mutation of the coronavirus, first seen in the UK, had been reported in the country. (Photo by Johan NILSSON / TT News Agency / AFP) / Sweden OUTJembatan Oresund saat malam Foto: AFP/JOHAN NILSSON

Pada tahun 2014, tercatat rata-rata ada 19.000 kendaraan melintas di jembatan ini. Sementara tarif untuk melintasi jalan ini adalah sebesar 54 euro, atau setara dengan Rp 924.000.

Meski menggelontorkan dana yang tak sedikit, tapi Denmark dan Swedia patut bangga karena Jembatan Oresund merupakan jalan dan rel di atas jembatan terpanjang di Eropa. Selain itu, jembatan ini telah memenangkan sejumlah penghargaan dari desain dan tekniknya.



(din/din)