Round-Up

Fakta-fakta Mata Elang, Debt Collector yang Bikin Resah Tarik Motor di Jalan

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 09 Jul 2021 15:52 WIB
Tawuran di Jakpus (dok. Istimewa)
Mata Elang kerap bikin resah dengan aksinya menarik motor macet kreditnya di jalan (dok. Istimewa)

Tak kuat bayar cicilan jangan diam saja, ini yang perlu dilakukan debitur supaya tak berurusan dengan mata elang.

David menyebut setiap debitur yang membeli dengan cara kredit melalui lembaga pembiayaan biasanya sudah sadar dengan dengan segala macam konsekuensi yang perlu dihadapi, mulai dari bunga hingga kendaraan ditarik bila mengalami kredit macet.

Saat ini baik perusahaan pembiayaan maupun konsumen sudah terlindungi dengan Undang-Undang No. 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Apabila konsumen melakukan kesulitan dalam pembayaran cicilan, sebaiknya segera menghubungi perusahaan pembiayaan.

"Ketika berbicara tentang pembayaran cicilan yang macet, entah karena ada masalah keuangan, sakit, sehingga tidak bekerja sebaiknya konsumen itu datang ke perusahaan pembiayaan untuk mengatur kembali restrukturisasi tentang pembayaran cicilannya," ungkap Ketua Komunitas Layanan Konsumen Indonesia David Tobing kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

"Jangan malah menjual, atau mengalihkan motor atau mobil itu kepada pihak lain, karena itu bisa dikenakan pidana," tambah David.

Bagi konsumen (debitur) yang secara tiba-tiba mengalami kesulitan masalah keuangan maka dianjurkan untuk tidak diam begitu saja.

Debitur yang memiliki kewajiban untuk membayar tanggungan cicilan dan perusahaan pembiayaan sebagai kreditur memiliki proses mekanisme apabila terjadi kredit macet, sebelum akhirnya melakukan eksekusi (penarikan) kendaraan oleh mata elang.

Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo mengungkapkan jika konsumen tak kuat membayar sebaiknya bisa memilih opsi over kredit secara resmi.

"Harusnya dengan fidusia cukup, saat konsumen nunggak dilakukan collection dan diberikan waktu," bilang Harjanto kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

"Kalaupun konsumen tidak sanggup (melanjutkan kredit-Red) diarahkan untuk over alih resmi. Kalaupun tidak cocok, kendaraan dilelang dan hasilnya jika ada uang lebih dikembalikan oleh konsumen," ujar Harjanto.


(riar/din)