Mengenal Istilah Perpal dalam Dunia Transportasi Bus

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 01 Jul 2021 11:54 WIB
Armada bus di Terminal Garut kembali beroperasi usai pelarangan mudik lebaran selama lebih dari sepekan terakhir. Para calon penumpang yang hendak naik harus memiliki surat bebas COVID-19.
Perpal merupakan istilah bus tidak beroperasi karena tidak ada penumpang atau sedang mengalami trouble.(Hakim Ghani/Detikcom)
Jakarta -

Banyak istilah di dunia bus yang belum diketahui oleh kalangan masyarakat umum. Salah satu yang menarik mungkin adalah istilah perpal. Perpal sendiri ternyata merupakan kependekan dari kata berbahasa Jawa, prei ngaspal. Dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut memiliki arti bus yang sedang libur beroperasi.

"Perpal itu artinya (bus) nggak jalan atau nggak beroperasi," kata Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, melalui sambungan telepon belum lama ini.

Menurut Zaenal, bus perpal bisa diakibatkan oleh berbagai faktor. Contohnya karena bus tidak memiliki penumpang, sehingga tidak dimungkinkan bagi bus untuk beroperasi.

"Jadi misalnya hari ini harusnya berangkat nih, ternyata nggak ada penumpang. Ya udah perpalin aja lah," terang Zaenal.

Zaenal menambakan, bus perpal tidak dibatasi oleh waktu. Artinya, selama bus itu belum mendapatkan penumpang, maka ia akan terparkir terus-terusan di terminal atau garasi. Selain itu, perpal juga bisa dialami oleh berbagai armada bus. Tak hanya bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), tapi juga bisa bus Pariwisata.

"Kalau perpal itu nggak tentu (lama tidak beroperasinya), tergantung okupansi penumpang. Itu kalau di AKAP ya. Tapi kalau di bus pariwisata ya, perpal itu parkir di garasi. Kalau bus AKAP bisa perpal di terminal atau di pangkalan," kata Zaenal.

Selain karena alasan okupansi penumpang tidak mencukupi, alasan lain bus perpal adalah karena mesin rusak atau mengalami trouble.

"Jadi misalkan bus itu mengalami kendala mesin di tengah jalan dan butuh waktu lama untuk perbaikan, maka bisa saja dia melakukan perpal," tukas Zaenal.

(lua/din)