Kenapa Bus Double Decker Laksana Baru Dirilis 2018? Ini Ceritanya

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 17 Jun 2021 16:17 WIB
Jakarta -

Bus double decker Laksana, Legacy SR2 Double Decker dirilis tahun 2018 lalu di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Padahal jika melihat kompetitornya, Adiputro, sudah memperkenalkan bus tingkat sejak tahun 2015. Dan tarik sedikit jauh ke belakang, karoseri Tri Sakti sudah merilis bus double decker pada 2010 untuk bus wisata. Lalu apa yang membuat karoseri Laksana baru merilis bus tingkat pada tahun 2018?

Dijelaskan Bus and Coach Consultant Laksana, Lang Widya Praba Wasista, kenapa karoseri Laksana seolah terlambat merilis bus double decker pertamanya, adalah karena pertimbangan potensi pasar, tentang seberapa besar demand atau permintaan bus jenis ini.

Bus double decker Medan-AcehBus double decker Adiputro pertama kali diperkenalkan 2015 Foto: fxmuchtar/dTraveler

"Karena kami di Laksana sebelum meluncurkan suatu produk tentu saja kita analisa dahulu dan juga lakukan survey pasar akan kebutuhan marketnya nanti seperti apa. Kemudian dari masukan masukan yang kami dapat itu baru kita formulasikan untuk menciptakan produk yang sesuai kebutuhan pengguna, baik dari sisi penumpang dan khususnya bagi para pengusaha (operator) bus," kata Lang Widya, kepada detikOto, Rabu (17/6/2021).

Ditambahkan Brand & Marketing Communication Manager Laksana, Candra Dewi, karoseri Laksana tidak hanya fokus kepada bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) tetapi sudah hampir 20 tahun juga sangat concern dengan bus-bus perkotaan.

Perusahaan karoseri Laksana turut meramikan ajang Gaikindo Indonesia Auto Show (GIIAS) 2018 dengan meluncurkan produk terbarunya yakni Legacy SR2 Double Decker alias bus tingkat.Bus double decker buatan karoseri Laksana Foto: Khairul Imam Ghozali

"Berbeda dengan karoseri lain, kami memiliki produk-produk khusus yang kami design khusus untuk bus-bus perkotaan dan variannya sangat banyak sekali dari 8 meter, 12 meter, 13,5 meter, articulated 18 meter dan juga yang low entry," kata Dewi.

"Kami lihat pada tahun 2015 memang pasar untuk bus double decker masih sangat terbatas, jadi kami putuskan untuk pengembangan di produk-produk kami lainnya. Baru di tahun 2018 di mana kami lihat jalan tol akhirnya tersambung dari Jakarta-Surabaya dan kami benar-benar lihat potensinya akan tumbuh, kami baru masuk ke (segmen) double decker," sambung Dewi.

Bus double decker Laksana Legacy SR2 DD saat ini sudah dilanggan beberapa Perusahaan Otobus (PO) di Indonesia, seperti PO Harapan Jaya, PO Laju Prima, PO Murni Jaya, PO Rosalia Indah, hingga PO Borlindo. Bahkan bus tingkat Laksana juga sudah diekspor ke pasar luar negeri, tepatnya ke negara Bangladesh.

(lua/din)