Viral Rombongan Road Bike Terobos Lampu Merah, Nekat Coba Setop Kendaraan Lain

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Kamis, 03 Jun 2021 16:53 WIB
Sejumlah pesepeda memacu kecepatan saat berlangsungnya uji coba pemberlakuan lintasan road bike di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Minggu (23/5/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Ilustrasi sepeda road bike (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta -

Kembali marak beredar di media sosial ulah sekelompok pengendara sepeda melanggar aturan lalulintas. Bukan cuma menerobos lampu merah, rombongan pengendara road bike itu mencoba menghalau pengendara lain.

Aksi belasan hingga puluhan pengendara road bike menerobos lampu merah itu ramai dibagikan pada beberapa akun media sosial. Salah satunya di akun Instagram @dashcam_owners_indonesia.

Video terlihat diambil oleh pengendara motor yang tengah berhenti karena lampu merah di sebuah persimpangan jalan. Tiba-tiba dari sisi kanan si pengendara motor melaju belasan hingga puluhan pengendara road bike, mereka menerobos lampu merah dan berbelok ke kanan.

Beberapa pesepeda penerobos lampu merah itu berhasil menyeberang. Namun sebagian yang lain tertahan, sebabnya beberapa kendaraan sepeda motor dari arah berlawanan sudah mulai melaju.

Dalam kondisi lampu merah menyala dan ada kendaraan dari seberang jalan akan melaju, pesepeda road bike itu masih mencoba terus meluncur menyeberangi persimpangan. Bahkan ada yang terlihat melambaikan tangan, memberi kode meminta dikasih jalan.

Ini bukan kali pertama sekelompok pesepeda road bike viral di media sosial dengan aksi-aksinya. Pekan lalu muncul juga keriuhan saat ada pengendara motor mengacungkan jari tengah ke arah pesepeda yang berjalan di sisi kanan.

[Gambas:Instagram]



Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengungkapkan pesepeda demi keamanannya sendiri dan keamanan pengguna jalan yang lain tetap wajib mengikuti aturan berlalu lintas.

"Ini kan kayak gerombolan ya. Nah, gerombolan ini harus diatur. Siapa captain-nya, siapa sweeper-nya, sama seperti konvoi (motor) lah. Dan ada aturan-aturan yang jelas sebelum mereka berkendara, mereka harus ngikutin gimana aturannya," ucap Sony Susmana, kepada detikOto beberapa waktu lalu menyoal aksi pesepeda yang melanggar aturan lalulintas di jalan raya.

Pernyataan senada diutarakan Ario Pratomo, salah satu punggawa Jakarta Cycling Community (JKTCC). Disebutnya, kepatuhan pesepeda pada aturan lalulintas bisa dimulai dari komunitas masing-masing.

"Kalau memang itu (pesepeda yang melanggar lalu lintas) merupakan dari sebuah komunitas, ya sebaiknya ketua atau pendiri komunitas tersebut menghimbau kepada semua anggotanya untuk mentaati peraturan lalu lintas," jelas Ario.

Bagi Ario, baik pengendara mobil, motor ataupun sepeda harus selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Hal ini demi menciptakan kenyamanan saat berkendara di jalan raya sehingga bisa mengurangi risiko kecelakaan.

"Ini berlaku untuk semua, baik pejalan kaki, pesepeda, pengendara sepeda motor dan mobil. Sama saja kok, semua harus mentaati aturan lalu lintas demi terciptanya kondisi yang nyaman bagi semua," ungkapnya.

"Kalau memang itu (pesepeda yang melanggar lalu lintas) merupakan dari sebuah komunitas, ya sebaiknya ketua atau pendiri komunitas tersebut menghimbau kepada semua anggotanya untuk mentaati peraturan lalu lintas," jelas Ario.

"Ini berlaku untuk semua, baik pejalan kaki, pesepeda, pengendara sepeda motor dan mobil. Sama saja kok, semua harus mentaati aturan lalu lintas demi terciptanya kondisi yang nyaman bagi semua," terangnya dalam perbincangan dengan detikOto.



Simak Video "Langkah Serius Polisi Untuk Tilang Road Biker Nakal"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)