Mau Alasan Apapun, Pesepeda Tetap 'Haram' Lewat Lajur Kanan

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 28 Mei 2021 16:52 WIB
Road bike cyclist man cycling, athlete on a race cycle
Pesepeda seharusnya tidak berkendara di lajur kanan. Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Sekelompok pesepeda roadbike di Jakarta tengah menjadi sorotan. Gara-garanya mereka lewat lajur kanan yang merupakan lajur untuk kendaraan cepat atau untuk mendahului. Di akun media sosial Instagram-nya @goshow.cc, mereka telah memberi klarifikasi jika mereka terpaksa lewat lajur kanan karena menghindari bus yang menyebrang di kawasan Dukuh Atas. Tapi apapun alasannya, rombongan pesepeda tetap haram lewat lajur kanan.

Seperti disampaikan oleh Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, lajur di jalanan umum sudah dibagi tiga, sesuai peruntukannya. Lajur paling kiri untuk kendaraan lambat, kemudian di tengah untuk kendaraan kecepatan sedang, dan kanan lajur cepat untuk kendaraan yang cepat pula, atau bisa juga untuk lajur mendahului.

"Si pesepeda, dengan alasan apapun (lewat lajur kanan) okelah. Akan tetapi mereka juga harus paham bahwa mereka ada di lajur kanan itu menghambat, mengganggu, dan sangat berbahaya. Dan kalau mereka bilang habis nyusul bus dan sebagainya, kalau dilihat dari foto sih (mereka) bergerombol di sebelah kanan, alasannya nggak banget. Tiga faktor ini yang menjadi perhatian kalau mereka ada di lajur kanan. (lajur kanan) itu porsinya buat roda empat, fix," kata Sony, melalui sambungan telepon kepada detikOto, Jumat (28/5/2021).

Di samping itu, menurut Sony, rombongan pesepeda itu harusnya juga memiliki aturan-aturan sendiri dalam berkendara yang safety bagi diri sendiri maupun untuk pengguna jalan lainnya. Sony melihat dalam foto tersebut, pesepeda roadbike berkendara secara bergerombol dan semrawut. Harusnya sama seperti konvoi pemotor ketika touring, para pesepeda yang berkendara dalam jumlah banyak juga harus memiliki tata cara berkendara yang aman.

[Gambas:Instagram]


"Ini kan kayak gerombolan ya. Nah, gerombolan ini harus diatur. Siapa captain-nya, siapa sweeper-nya, sama seperti konvoi (motor) lah. Dan ada aturan-aturan yang jelas sebelum mereka berkendara, mereka harus ngikutin gimana aturannya, kemudian mereka paling tidak ada di kanan-kiri, ada jaraknya. Ini kalau dilihat dari gambarnya ada tiga baris dan itu makan tempat banget," sambung Sony.

Diberitakan sebelumnya, di media sosial sedang viral soal insiden seorang pengendara motor dengan rombongan pesepeda roadbike. Pengendara motor itu mengacungkan jari tengah kepada rombongan pesepeda, lantaran kesal karena mereka bersepeda di lajur kanan. Sementara komunitas pesepeda tersebut sudah memberi klarifikasi di akun media sosialnya dan mengatakan jika mereka 'terpaksa' berkendara di lajur kanan demi menghindari kemacetan akibat bus menyeberang di kawasan Dukuh Atas.



Simak Video "Pesepeda Minta Dispensasi Gowes Keluar Jalur, Ini Kata Anies"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)