Pemotor Acungkan Jari Tengah ke Rombongan Pesepeda Roadbike, Siapa yang Salah?

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 28 Mei 2021 15:57 WIB
Athlete on racing bike outdoors at sunset, close-up
Ilustrasi sepeda roadbike. Foto: Getty Images/iStockphoto/ArtistGNDphotography
Jakarta -

Sedang viral di media sosial soal insiden seorang pengendara motor dengan rombongan pesepeda roadbike. Pengendara motor itu mengacungkan jari tengah kepada rombongan pesepeda, lantaran kesal karena mereka bersepeda di lajur kanan. Sementara komunitas pesepeda tersebut sudah memberi klarifikasi di akun media sosialnya dan mengatakan jika mereka 'terpaksa' berkendara di lajur kanan demi menghindari kemacetan akibat bus menyebrang di kawasan Dukuh Atas, Jakarta.

Lalu siapa yang salah?

Dijelaskan Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, baik rombongan pesepeda maupun pemotor, memiliki porsi kesalahan masing-masing.

"Sebenarnya salah semua. Saya ingin membahas dari segala sisi. Pertama kita di jalan raya ini kan untuk umum ya. Artinya, masing-masing sudah punya porsinya, di mana letak si sepeda, di mana letak motor, di mana letak mobil. Lajurnya sudah jelas, dan di mana-mana lajur paling kiri itu lambat, kemudian sedang di tengah, dan kanan lajur cepat," kata Sony, melalui sambungan telepon kepada detikOto, Jumat (28/5/2021).

[Gambas:Instagram]


"Si pesepeda, dengan alasan apapun (lewat lajur kanan) okelah. Akan tetapi mereka juga harus paham bahwa mereka ada di lajur kanan itu menghambat, mengganggu, dan sangat berbahaya. Dan kalau mereka bilang habis nyusul bus dan sebagainya, kalau dilihat dari foto sih (mereka) bergerombol di sebelah kanan, alasannya nggak banget. Tiga faktor ini yang menjadi perhatian kalau mereka ada di lajur kanan. (lajur kanan) itu porsinya buat roda empat, fix," sambung Sony.

Di sisi lain, Sony juga menyoroti pengguna motor yang memberikan gestur mengacungkan jari tengah kepada rombongan pesepeda itu. Sony menilai si pemotor itu bersikap demikian karena merasa lajurnya diambil. Tapi melontarkan kemarahan dengan bahasa tubuh seperti itu juga adalah hal yang salah.

"Kalau si pemotor ini memang saya lihat merasa ada haknya yang diambil, walaupun pemotor sendiri kadang-kadang (ngelanggar ya) misal lewat trotoar, tapi kita nggak tahu dia kan. Dia ini (pemotor) belum tentu salah, tetapi dia merasa haknya diambil, sehingga terhambat dan dia harus ngambil dari lajur kiri yang bahaya, karena nyusul itu harus dari kanan kan. Sehingga dia kesal, dia acungkan jari tengah. Menurut saya dia juga nggak bisa memberikan pembelajaran ke si pesepeda ini, karena kalau dia sudah bisa nyusul ya sudah, kenapa dia harus memprovokasi pesepeda atau pengendara lain," ujar Sony.

"Poinnya adalah saling menghargai di jalan raya. Pesepeda jangan ada di lajur kanan walapun dengan alasan pakai roadbike ya. Pemotor juga harus ngalah, toh dia naik motor nggak capek. Dengan alasan apapun, dalam hal ini nggak ada yang benar sih," tukasnya.



Simak Video "Bergengsi Nan Kontroversial, Road Bike"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)