Jurnal Jisel

Ke Bali Lagi, Jatuh Cinta Lagi

Jurnal Jisel - detikOto
Sabtu, 24 Apr 2021 15:10 WIB
Eleonora Ajisela Agrippina (Jisel) tiba di Bali dalam rangkaian rangkaian Touring Jakarta-Bali
Eleonora Ajisela Agrippina sampai ke Bali sebagai tujuan utamanya dalam touring kali ini (Foto: Jurnal Jisel)
Jakarta -

Sulit untuk tidak jatuh cinta pada Bali. Keindahan alam, budaya, dan unsur religi yang begitu kental membuat Eleonora Ajisela Agrippina (Jisel) menjadikan Pulau Dewata sebagai tujuan utama dalam rangkaian Touring Jakarta-Bali. Di Bali Jisel menemukan alasan untuk makin mencintai Indonesia.

Perjalanan menuju tujuan utama, Bali, dimulai Jisel dari Yogyakarta pagi-pagi sekali. Matahari terbit mengiringi perjalanan Jisel menyusuri rute menuju Bali. Rute sepanjang lebih dari 550 kilometer sudah menanti. Kali ini Jisel mengambil rute melalui Nganjuk - Pasuruan - Probolinggo - Banyuwangi. Rute ini dipilih karena cukup bersahabat dengan pengendara. Jalur yang ramai dilalui dan banyak tempat istirahat.

Jisel kembali disapa oleh hujan di perjalanan mulai dari Pasuruan sampai dengan Pelabuhan Ketapang. Saat seperti inilah dibutuhkan kondisi tubuh pengendara yang fit. Tips dari Jisel untuk detikers yang ingin melakukan touring jarak jauh, biasakan untuk melakukan persiapan jauh sebelum keberangkatan. Jangan lupa rutin berolahraga teratur dan istirahat yang cukup untuk menjaga stamina selama perjalanan.

Jangan abaikan pertanda tubuh apabila sudah mulai lelah seperti sering menguap, mata sering berkedip dan pandangan tidak bisa fokus. Apabila detikers sudah menemui salah satu pertanda tersebut, Jisel sarankan untuk menepi dan beristirahat. Perbanyak minum air putih atau jus buah untuk menyegarkan kondisi.

Eleonora Ajisela Agrippina (Jisel) tiba di Bali dalam rangkaian rangkaian Touring Jakarta-BaliEleonora Ajisela Agrippina (Jisel) tiba di Bali dalam rangkaian rangkaian Touring Jakarta-Bali Foto: Jurnal Jisel

Jisel sampai Pelabuhan Ketapang pukul 21. Sesuai dengan aturan terbaru Satgas Penanganan Covid-19, Jisel harus menunjukkan bukti hasil negatif tes Covid-19 sebagai syarat untuk dapat menyeberang ke Bali. Khusus menuju Bali, hasil tes yang ditunjukkan harus dalam kurun waktu 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk detikers yang belum tahu, sekarang pembelian tiket penyeberangan sudah dapat dilakukan secara online lho. Hal ini diterapkan semenjak pertengahan tahun 2019 sejak pandemi Covid-19 sebagai upaya mengurangi tatap muka demi memenuhi protokol kesehatan. Perlu diingat, pembelian tiket secara online ini harus dilakukan maksimal 5 jam sebelum keberangkatan.

Sampai di Gilimanuk hampir tengah malam, Jisel langsung melanjutkan perjalanan menuju Denpasar. Kali ini Jisel ditemani gelap dan heningnya malam selama kurang lebih 3 jam. Selain sudah mengganti dan memakai lampu tambahan berwarna kuning untuk menembus kabut, Jisel juga sudah mengganti klakson motornya dengan suara lebih kencang. Terdengar sepele tapi memberikan keamanan bagi pengendara motor supaya pengendara lain lebih aware dengan keberadaan Jisel.

Pagi-pagi, Jisel sudah beraktivitas kembali. Rasa lelah perjalanan rasanya hilang dengan keingintahuan Jisel menjelajahi kearifan lokal Bali yang mungkin belum banyak diketahui orang.

Bertamu ke Museum Blanco

Tujuan pertama Jisel hari ini adalah Museum Blanco. Museum ini terletak di Ubud, salah satu wilayah yang favorit dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bagi sebagian orang mendengar nama Museum Blanco mungkin masih asing, karena kalah pamor dengan tempat wisata lain di Bali. Nama pemilik museum ini adalah Mario Antonio Blanco, seorang pelukis keturunan Spanyol dan Amerika.

Eleonora Ajisela Agrippina (Jisel) tiba di Bali dalam rangkaian rangkaian Touring Jakarta-BaliEleonora Ajisela Agrippina (Jisel) tiba di Bali dalam rangkaian rangkaian Touring Jakarta-Bali Foto: Jurnal Jisel

Sejak umur 5 tahun, Blanco sudah menunjukkan kecintaannya pada dunia seni. Blanco memutuskan untuk menetap di Bali tahun 1952 sekaligus mewujudkan impiannya untuk mendirikan sebuah museum.

Pertama menginjakkan kaki di sini, Jisel disambut dengan rumah khas Bali. Suasananya sangat sejuk, jauh dari hingar bingar kebisingan kota. Di dalam museum, Jisel menemukan lukisan karya Blanco yang mayoritas menggambarkan keindahan dan kecantikan perempuan. Ada juga lukisan yang menceritakan kehidupan masyarakat Bali dan keindahan alamnya.

Perjalanan Jisel di Bali berlanjut dengan mengunjungi Cantika Zest Spa yang masih berlokasi di Ubud. Cantika didirikan oleh Ketut Jasi pada tahun 1997. Keunikan dari Cantika adalah dengan penggunaan bahan alami untuk semua produk yang digunakan.

Jisel berkeliling di area Cantika Zest yang dipenuhi oleh tanaman. Tanaman ini bukan sembarang tanaman. Hampir semua tanaman yang ada di area ini digunakan sebagai bahan baku semua produk spa. Amazing, pikir Jisel. Sangat tidak menyangka bahwa mother nature menyediakan bahan baku yang begitu melimpah untuk dimanfaatkan oleh manusia untuk beragam keperluan.

Eleonora Ajisela Agrippina (Jisel) tiba di Bali dalam rangkaian rangkaian Touring Jakarta-BaliEleonora Ajisela Agrippina (Jisel) tiba di Bali dalam rangkaian rangkaian Touring Jakarta-Bali Foto: Jurnal Jisel

Dan semua produk yang ada justru lebih banyak diekspor. Sangat disayangkan, kekayaan alam Indonesia yang justru lebih banyak digunakan oleh orang mancanegara dibandingkan dengan kita penduduk asli Indonesia. Jisel juga diajari membuat produk spa dengan bahan alami yang langsung diambil dari tanaman.

Terakhir untuk perjalanan Jisel hari ini di Bali, Jisel mengunjungi persiapan Hari Raya Galungan. Hari Raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu setiap 6 bulan sekali sebagai hari kemenangan melawan kejahatan. Pada perayaan Hari Raya Galungan, umat Hindu akan menuju Pura yang ada di sekitar tempat tinggal mereka dengan mengenakan pakaian adat yang didominasi warna putih.

Para perempuan akan membawa sesaji di atas kepala mereka. Pada saat perayaan ini, akan banyak ditemukan hiasan penjor di sepanjang jalan Bali. Penjor adalah tiang bambu dengan tinggi 8 meter yang dilengkapi janur dan hiasan hasil bumi seperti buah-buahan, padi, dan lain-lain.

Di zaman penuh modernisasi seperti saat ini, Jisel masih dapat melihat Bali sebagai salah satu tempat wisata yang masih menjunjung tinggi unsur religi. Membuat Jisel semakin cinta dengan Indonesia karena kekayaan alam dan kearifan lokal masyarakatnya yang begitu kaya. Semakin tinggi impian Jisel untuk dapat menjelajahi seluruh pelosok negeri tercinta, menjelajahi kekayaan alam dan budaya setiap daerah untuk disebarluaskan agar lebih diketahui seluruh masyarakat Indonesia.

=====

Jisel melakukan touring Jakarta-Bali untuk menyambut Hari Kartini dan juga membawa pesan bahwa perempuan bisa berkendara motor dengan memerhatikan aspek safety riding. "Save Indonesia Woman" adalah tema yang dibawa Jisel touringnya kali ini. Ikuti perjalanan Jisel di detikOto.



Simak Video "Riding Bersama Disable Motorcycle Indonesia di Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)