Biar Sopir Nggak Capek, Ada Driver Pinggir dan Driver Tengah di Bus AKAP, Apa Itu?

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 06 Apr 2021 07:50 WIB
PO Haryanto
Ilustrasi sopir bus. Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti jam kerja sopir bus di Indonesia yang disebut sudah melewati batas kemampuan manusia. Supaya sopir bus tidak mengalami lelah berlebih saat bertugas, setiap bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) biasanya dilengkapi oleh dua sopir agar bisa saling bergantian. Dua sopir tersebut biasanya berbagi tugas sebagai driver pinggir dan driver tengah. Apa maksudnya?

Beberapa waktu lalu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyoroti kualitas istirahat para sopir bus di Indonesia. Menurutnya, jadwal istirahat para sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat ini belum terakomodasi sebaik transportasi lain, seperti kereta api dan pesawat terbang.

"Karena sekarang kita serahkan bus yang nilainya Rp 2 miliar-3 miliar, tapi kita tidak memikirkan masalah istirahatnya dia (sopir). Jadi kita menyerahkan aset yang begitu mahal tapi kita tahu istirahat dia (sopir bus) tidak baik," kata Soerjanto dalam sebuah diskusi virtual, Maret silam.

Direktur Operasional PO Haryanto, Rian Mahendra tidak sepenuhnya sepakat terhadap pandangan tersebut. Setidaknya di PO Haryanto sendiri, pengemudi mendapatkan jam istirahat yang sangat cukup lantaran ada dua sopir bus yang saling bergantian di setiap satu kali trayek.

"Nggak juga (kalau sopir bus kurang istirahat). Mereka (KNKT) lihatnya dari mana? Satu kali perjalanan itu ada dua orang. Perjalanan sini Kudus-Jakarta 7-8 jam. Mereka biasanya bagi dua, jalan 4 jam terus tidur. Tidurnya kan lama banget itu. Seharian, mereka bawa cuma 4 jam," ungkap Rian.

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, pernah menjelaskan mengenai skema kerja dua sopir di bus AKAP dalam satu kali perjalanan. Menurut pria yang akrab disapa Sani, dua sopir bus akan berbagi tugas sebagai driver pinggir dan driver tengah.

Sebagai informasi, driver pinggir akan mengemudikan bus di awal perjalanan dan akhir perjalanan. Sementara driver tengah membawa bus di tengah-tengah perjalanan.

"Jadi mereka itu kan berdua satu bus. Misal kalau di PO Putera Mulya itu start dari Wonogiri (Jawa Tengah) pengemudi A. Pengemudi A biasanya bawa bus sampai daerah Gringsing (Batang-Jawa Tengah)," kata Sani.

Kemudian setelah sampai Gringsing atau tempat kontrol pertama, menurut Sani pengemudi A akan berganti peran dengan pengemudi B. Selanjutnya pengemudi A bisa beristirahat atau tidur.

"Pengemudi A akan membawa bus sampai titik kontrol kedua di daerah Subang atau di Cipali. Biasanya di sini sekalian isi solar. Setelah itu pengemudi B ganti posisi lagi sama pengemudi A yang sudah istirahat (tidur). Pengemudi akan membawa bus sampai tujuan akhir atau terminal akhir," lanjut Sani.

Dengan adanya sistem seperti itu, maka sopir bus dipastikan tetap fit saat bertugas mengantar penumpang ke wilayah tujuan. Kendati demikian, memang tidak dipungkiri jika masih ada beberapa kasus sopir bus yang bekerja di luar batas kemampuan manusia. Kemungkinan itu adalah sopir engkel.

"Itu ditujukan ke driver engkel mungkin. Driver single (atau hanya membawa bus sendiri). Makanya tergantung perusahaannya. Nggak ditujukan ke semua perusahaan. Kalau kita (PO Haryanto) luar biasa aman. Kita selalu menyiapkan dua driver. Setiap kali jalan ada dua driver dan satu kondektur," kata Rian.



Simak Video "Viral Oknum Polisi Siram Sopir Bus Dengan Miras di Ambon"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)