Anies Dianugerahi Pahlawan Transportasi, Gubernur Dulu Juga Punya Kontribusi

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 07 Feb 2021 08:06 WIB
Hari ini Kapolda Metro Jaya hingga Gubernur DKI Jakarta meluncurkan gerakan Jakarta Bermasker. Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dinobatkan menjadi salah satu pahlawan bidang transportasi (Heroes 2021) versi lembaga Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI). Menurut Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, Gubernur DKI Jakarta sebelum Gubernur Anies, juga memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan sistem transportasi di ibu kota.

"Bagaimanapun, Jakarta sudah bisa menjadi kota percontohan penataan transportasi perkotaan bagi kota-kota lain di Indonesia. Keberhasilan itu, sekali lagi, terwujud karena komitmen seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta," buka Djoko, dalam keterangan resminya kepada detikOto (6/2).

"Gubernur terdahulu juga memiliki andil. Gubernur Sutiyoso melakukan gebrakan dengan memulai operasi Busway Transjakarta di tiga koridor. Dilanjutkan Gubernur Fauzi Bowo melanjutkan untuk koridor berikutnya dan mulai merintis pembangunan MRT di Lebak Bulus," sambung Djoko.

Lalu setelah era Fauzi Bowo, pembangunan transportasi di DKI dilanjutkan oleh Gubernur Joko Widodo, yang kala itu menancapkan mulainya pembangunan MRT di Dukuh Atas, penataan trotoar, juga bus tingkat wisata.

Penerusnya, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuntaskan pembangunan 13 koridor Busway Transjakarta, penggunaan bus lantai rendah (low deck), Simpang Susun Semanggi, penataan dan pelebaran trotoar yang sebagian dapat dimanfaatkan jalur sepeda dan memulai angkot gratis pada 10 rute saat jam sibuk pagi dan sore.

"Lalu di masa kepemimpinan Gubernur Jarot Saiful Hidayat, yang relatif pendek 4 bulan, melanjutkan program yang sudah dikerjakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya," bilang Djoko.

Selain banyak andil gubernur sebelumnya, pembangunan transportasi di DKI Jakarta juga banyak dibantu oleh pemerintah pusat mengingat status Jakarta sebagai ibu kota negara.

"Soal revitalisasi stasiun KRL misalnya. Perlu diketahui, proses revitalisasi stasiun KRL Jabodetabek dilakukan sejak tahun 2012 dan puncaknya tahun 2013 dilakukan oleh PT KAI. Dari daya angkut sekitar 350 ribu penumpang per hari., sekarang sudah mencapai 1 juta penumpang per hari. Demikian pula dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang dibentuk oleh Kementerian Perhubungan tahun 2016, turut memberikan kontribusi perbaikan kondisi transportasi di Jakarta," ujar Djoko.



Simak Video "Anies: Masalah-masalah Besar Banyak Bermula dari Perkotaan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/riar)