5 Kebijakan Gubernur Anies yang Membuatnya Jadi Pahlawan Transportasi

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 05 Feb 2021 18:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi flyover Tapal Kuda di Jakarta Selatan. Kedatangannya untuk meninjau flyover yang sudah mulai diuji coba tersebut
Gubernur Anies menjadi penerima gelar Heroes 2021 bidang transportasi. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dinobatkan menjadi salah satu pahlawan transportasi. Anies masuk dalam jajaran Heroes 2021 versi lembaga Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI). Menurut TUMI, Anies berhasil mengeluarkan sejumlah kebijakan transportasi yang memenuhi asas keadilan. Meski demikian memang harus diakui beberapa keberhasilan ini sudah dimulai sejak gubernur periode sebelumnya dan dilanjutkan Anies saat dia memimpin DKI Jakarta.

Dilihat dari situs resminya, TUMI adalah organisasi inisiatif penerapan global pada mobilitas berkelanjutan. Organisasi ini bertujuan mengubah mobilitas untuk kepentingan manusia dan lingkungan, dengan tujuan untuk masa depan.

Berikut 5 kebijakan Gubernur Anies yang membuatnya dinobatkan jadi pahlawan transportasi versi TUMI:

1. Bangun Jalur Sepeda 63 Km

Anies Baswedan membangun jalur sepeda sepanjang 63 km. Jalur yang dibangun sejak 2019 ini, dibagi dalam 3 fase, fase pertama sepanjang 25 km (Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Pemuda), fase kedua yakni sepanjang 23 km (Jalan Jenderal Sudirman-Jalan RS Fatmawati), dan fase ketiga sepanjang 12 km (Jalan Tomang Raya-Jalan Jatinegara Timur). Tak sampai di situ, ke depan juga direncanakan pembangunan 500 km jalur sepeda terproteksi.

2. Uji Coba Bus Listrik

Gubernur Anies juga memiliki kebijakan untuk membuat polusi langit Jakarta berkurang. Salah satunya adalah dengan melakukan elektrifikasi di sistem transportasi umum. Anies terlibat dalam pengembangan armada bus listrik yang ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan oleh Transjakarta yang sudah pernah menguji coba bus listrik BYD dan Kiger pada 2020 lalu. Transjakarta mempunyai target mengubah semua armadanya menjadi bus listrik di tahun 2030.

3. Penataan Kawasan Transportasi

Semasa kepemimpinan Anies, penataan kawasan transportasi publik milik DKI Jakarta juga digencarkan. Salah satunya adalah penataan stasiun kereta api milik negara; KRL Commuter Line. Hal ini bertujuan agar stasiun-stasiun itu menjadi hub transportasi yang memberi kemudahan, keamanan, dan juga kenyamanan bagi warga. Pada tahap pertama, stasiun yang ditata adalah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Pasar Senen.

4. Mengintegrasikan Sistem Transportasi

Anies juga melakukan pengintegrasian layanan transportasi, baik fisik maupun pembayaran. Hal itu terbukti dengan dibangunnya stasiun-stasiun dan rute-rute Transjakarta yang terintegrasi dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta, serta mikrobus (JakLingko).

5. Menghadirkan Transportasi MRT dan LRT

Pemprov DKI Jakarta juga berhasil menghadirkan layanan transportasi massal, MRT Jakarta dan LRT Jakarta sejak 2019. Ini dianggap menjadi momentum besar bagi sistem transportasi publik di Jakarta.

DKI Jakarta berhasil meraih predikat sebagai kota transportasi terbaik di dunia mengalahkan kota-kota di Eropa seperti Frankfurt dan Moskow. Jakarta memenangkan Sustainable Transport Award (STA) 2021 atas program integrasi antarmoda transportasi publik yang terus dikembangkan.



Simak Video "Soal PPDB DKI, Anies Tak Ingin Ada 'Hidden Privilege'"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)