Lingkungan, Kecepatan, dan Oversteer yang Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Chacha Eks Trio Macan

Rizki Pratama - detikOto
Selasa, 05 Jan 2021 16:10 WIB
Chacha Sherly meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Semarang.
Ada beberapa hal yang diduga menyebabkan kecelakaan beruntun yang dialami Chaca Sherly menjadi fatal (dok. Instagram @chacha.sherly)
Jakarta -

Eks Trio Macan, Chaca Sherly mengalami kecelakaan beruntun di Tol Semarang-Solo KM 428, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/1) sore. Dalam kecelakaan ini Chaca mengalami luka berat dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Pihak laka lantas berhasil sampai di lokasi kejadian dalam waktu 10 menit untuk melakukan evakuasi.

"Ada peristiwa kecelakaan beruntun, tetapi saya sampaikan terima kasih kepada Kasat Lantas, tidak sampai 10 menit unit Laka dan Kasat Lantas sudah hadir di lapangan, juga salah satu korban adalah (eks) Trio Macan," kata Kasubdit Laka Dit Gakkum Korlantas Polri, Kombes Agus Suryo Nugroho, Senin (4/1/2021).

Pihak kepolisian memberikan penjelasan soal kronologi kecelakaan tersebut. Kecelekaan bemula ketika sebuah mobil box hilang kendali di jalur B. Empat mobil pribadi yang ada dibelakang tak dapat menghindari dan terjadi tabrakan beruntun. Mobil yang ditumpangin Chaca, Honda BR-V sempat bereaksi dan banting stir, namun malang terlempar ke jalur A.

"Adanya out off control kendaraan box. Ketika out off control di km 428 mobil tersebut terguling di jalur B. Setelah terguling 4 kendaraan pribadi lainnya dari belakang terjadi karambol. Ketika sudah terjadi kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut, satu kendaraan Honda BR-V terbaru karena panik di depannya ada kecelakaan kemungkinan seperti itu langsung buang arah ke u-turn, dari jalur B ke jalur A," papar Kasat Lantas Polres Semarang, AKP M Adiel Aristo dalam kesempatan yang sama.

Dilihat dari situasinya, jalanan sedang basah dan kondisi hujan. Tidak diketahui seberapa jauh jarak antarkendaraan yang mengalami kecelakaan dan juga tingkat kecepatannya. Semua itu memberi pengaruh pada meningkatnya risiko kecelakaan ini.

"Mungkin bisa dilihat dari kacamata lingkungan dahulu. Sepertinya habis hujan (para petugas menggunakan jas hujan dan jalanan basah). Jalanan licin akan membuat pengendalian kendaraan tidak sebaik kondisi kering (slip). Dari sisi kendaraan juga dengan berpenggerak 2 depan maka ketika ada daya tarik dari roda depan plus posisi stir digerakan ekstrim ke kanan / kiri untuk melakukan manuver maka kemungkinan oversteer. Bagian belakang kendaraan tidak ada traksi ( energi dorong ), jelas Instruktur Rifat Drive Labs, Erreza Hardian kepada detikoto, Selasa (5/1/2021).

"Tidak dapat dipungkiri dengan status jalan bebas hambatan (tol) maka kecepatan bisa dipacu maksimal, maka oversteer ini sangat mungkin bahkan mudah terjadi. Pola berkendara defensive yang kurang dilakukan adalah proses menciptakan buffering atau zona aman disekitar kita," sambungnya.



Simak Video "Tabrakan Beruntun Libatkan 5 Truk dan 1 Motor di Pantura Subang"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)