Joe Biden, Mobil Presiden Boros BBM dan Dukungan Mobil Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 08 Nov 2020 09:19 WIB
US President-elect Joe Biden delivers remarks in Wilmington, Delaware, on November 7, 2020, after being declared the winner of the presidential election. - Democrat Joe Biden was declared winner of the US presidency November 7, defeating Donald Trump and ending an era that convulsed American politics, shocked the world and left the United States more divided than at any time in decades. (Photo by ANGELA WEISS / AFP)
Joe Biden menjanjikan dukungannya terhadap kendaraan ramah lingkungan. Foto: Joe Biden (AFP)
Jakarta -

Capres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, memenangkan pemilihan presiden AS 2020. Biden meraup 290 electoral votes, menyusul kemenangan tipisnya di negara bagian Pennsylvania.

Biden menang atas petahana Donald Trump di Pennsylvania dengan meraih 49,7 persen suara, sementara Trump meraup 49,2 persen suara. Dengan Joe Biden yang terpilih sebagai Presiden AS, muncul asa dukungan terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Sebelum pemilihan, Biden telah menjanjikan dukungannya terhadap kendaraan listrik. Biden menjanjikan sebesar $ 400 miliar investasi publik dalam energi terbarukan, termasuk teknologi baterai dan kendaraan listrik. Bagian dari rencana iklim Biden termasuk mendedikasikan pengeluaran pemerintah untuk mendukung kendaraan listrik, dengan 500.000 outlet pengisian kendaraan listrik baru pada akhir tahun 2030.

Komitmen Biden itu diharapkan akan memacu adopsi kendaraan listrik yang lebih besar. Biden mengatakan dia ingin membuat program "cash for clunkers" yang akan mendorong orang Amerika untuk menukar kendaraan lama mereka dengan kendaraan listrik baru. Mobil dinas pemerintahannya pun dijanjikan akan menggunakan kendaraan listrik.

"Kami akan memastikan bahwa kami dapat mengambil armada federal dan mengubahnya menjadi armada kendaraan listrik," kata Biden saat debat capres AS sebelum pemilihan.

Di sisi lain, jika dilantik menjadi Presiden AS, Joe Biden akan menggunakan mobil dinas kepresidenan. Saat ini, Presiden AS menggunakan mobil dinas berjuluk The Beast. Mobil Cadillac One untuk Presiden Amerika Serikat tersebut bisa dibilang menjadi tank berjalan yang memastikan keamanan Presiden. Untuk mendukung hal itu, mobil dinas bernama The Beast tersebut memiliki bodi yang tebal dan cukup berat.

Konsekuensi dari bodi tebal dan berat tersebut membuat mobil kepresidenan AS jadi sangat boros bahan bakar. Dikutip Hardware Zone, konsumsi BBM 'The Beast' berada di kisaran 3,7 miles-8 miles per galon. Kalau dikonversi ke satuan km/liter, konsumsi BBM mobil Presiden AS hanya 1,57 km/liter. Paling irit 3,4 km/liter.

Selain boros BBM, dengan bobotnya yang berat 'The Beast' tak bisa melaju kencang. Kecepatan maksimal yang bisa ditempuh 'The Beast' mencapai 97 km/jam.

Dengan komitmen terhadap kendaraan ramah lingkungan, seharusnya Joe Biden akan mengganti mobil kepresidenannya dengan yang lebih ramah lingkungan. Apalagi melihat fakta bahwa mobil kepresidenan AS sebelumnya sangat boros BBM.



Simak Video "Menang Pilpres, Biden: Saatnya Buka Lembaran Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)