Rabu, 30 Sep 2020 15:26 WIB

Debat Capres AS: Trump Ngaku-ngaku Beri Keringanan Mobil Listrik

Ridwan Arifin - detikOto
Moderator Chris Wallace of Fox News as well as President Donald Trump and Democratic candidate former Vice President Joe Biden during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Patrick Semansky) Debat panas capres AS, Donald Trump dan Joe Biden Foto: AP/Patrick Semansky
Cleveland -

Calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan penantangnya, Joe Biden, telah memulai debat capres di Cleveland, Ohio. Salah satu isu yang disinggung ialah soal kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik.

Dikutip Electrec.co, Rabu (30/9/2020), saat berbicara tentang perubahan iklim, Presiden Trump menolak untuk mengakui krisis iklim dan berfokus pada kualitas udara dan air. Namun, dia juga secara singkat menyebutkan bahwa dia mendukung mobil listrik.

"Saya baik-baik saja dengan mobil listrik. Saya menyukai mobil listrik," kata Trump.

Kemudian Presiden Trump dengan cepat mengklaim bahwa dia telah memberikan "insentif besar" untuk kendaraan listrik. "Saya telah memberikan insentif besar untuk mobil listrik, tapi apa yang mereka lakukan di California benar-benar gila," sambung Trump.

Tidak dijelaskan insentif Electric Vehicles (EV) apa yang dia maksud, sebab satu-satunya insentif federal adalah kredit pajak Ditjen Pajak AS (Internal Revenue Services/IRS) untuk kendaraan listrik dan plug-in hybrid, dan program itu tidak dilaksanakan oleh pemerintahan Trump. Adapun insentif itu pernah dikemukakan dalam forum American Clean Energy and Security Act of 2009 (ACES) di bawah pemerintahan Obama, dan Joe Biden sebagai wakil presiden.

Pernyataan "gila" Trump kemungkinan merujuk pada komitmen Gubernur California dari Partai Demokrat, Gavin Newsom untuk mewajibkan penjualan kendaraan tanpa emisi 100% di negara bagian itu mulai tahun 2035, yang pada dasarnya melarang penjualan mobil bertenaga bensin pada tahun yang sama.

Dikutip dari Washingtonexaminer dia bahkan menyebut Gedung Putih telah berulang kali berusaha untuk menghentikan kredit pajak -- menawarkan insentif $ 7.500 kepada konsumen untuk membeli mobil listrik-- dan Trump sendiri mengancam akan mengakhirinya.

Sementara itu, Trump juga sempat mengotak-atik standar efisiensi bahan bakar. Sejak Trump terpilih sebagai orang nomor satu di AS, para produsen mobil mencoba untuk mengatakan kepadanya bahwa standar efisiensi bahan bakar pada zaman Obama terlalu ketat. Sehingga mereka tidak maksimal dalam memenuhi permintaan konsumen akan kendaraan yang lebih hemat bahan bakar. Para produsen diharuskan memenuhi target 54 mil per galon untuk setiap produknya di tahun 2025. Dalam hal itu Trump bermaksud mengurangi target tersebut.

Sementara itu, calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, telah berjanji untuk memperpanjang dan memperluas insentif untuk mobil listrik. Dia juga berencana untuk membangun 500.000 stasiun pengisian mobil listrik umum.

"Kami akan memastikan bahwa kami dapat mengambil armada federal dan mengubahnya menjadi armada kendaraan listrik," kata Biden.

Tonton video 'Netizen Minta Mikrofon Donald Trump Dimatikan saat Debat':

[Gambas:Video 20detik]






Simak Video "Trump: Saya Melawan Kandidat Terjelek di Sejarah Kepresidenan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com