Rabu, 09 Sep 2020 15:29 WIB

Mobil Listrik Harus Ada Suaranya, Maksimal 75 Db

M Luthfi Andika - detikOto
New BMW i3s memimpin jalan menuju era baru mobilitas. New BMW i3s secara resmi diluncurkan di GIIAS 2019, dengan varian kendaraan yang sepenuhnya listrik. Ilustrasi kendaraan listrik Foto: Ari Saputra/detik.com
Jakarta -

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia menarik untuk ditunggu. Karena layaknya seorang bayi, kendaraan listrik terbilang masih sangat kecil dan masih perlu dijaga serta dilindungi dengan baik tentu bersama aturan yang mendukung. Harapannya kendaraan listrik bisa tumbuh dan menjadi pilihan masyarakat bermobilitas yang berujung pada peningkatan kualitas hidup.

Pemerintah Indonesia mewajibkan kendaraan listrik yang masuk dalam kategori mobil penumpang, bus, dan kendaraan barang (M, N, dan O) harus memiliki suara. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk mobil hybrid.

"Pada tahap pengujian kendaraan listrik, kendaraan listrik kategori M, N, O harus dilengkapi dengan suara. Namun untuk mobil atau kendaraan hybrid dengan motor penggerak utama motor bakar, tidak wajib dilakukan pengujian suara dan memiliki suara," kata Direktorat Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Jabo Nur Utip, pada Virtual Workshop Kesiapan Industri Electric Vehicles.

"Untuk kendaraan bermotor listrik dilengkapi suara maksimal 75 Db. Namun untuk motor listrik belum wajib memiliki suara, karena aturan untuk motor bersuara belum ada," Jabo menambahkan.

Aturan mobil listrik harus memiliki suaraAturan mobil listrik harus memiliki suara Foto: dok. Kemenhub/Virtual Workshop Kesiapan Electric Vehicle

Nah kewajiban kendaraan listrik harus memiliki suara sebenarnya memang sudah diatur dengan jelas dalam Menteri Perhubungan Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Pengujian Tipe Fisik Kendaraan Bermotor dengan Motor Penggerak Menggunakan Motor Listrik.

Aturan ini ditetapkan Menteri Perhubungan Budi Karya 16 Juni dan diundangkan pada 22 Juni 2020. Berikut aturan yang mengatur kendaraan listrik harus memiliki suara.

Rincian aturan Permenhub 44/2020 Aturan soal suara kendaraan listrik pada Permenhub 44 Tahun 2020 terdapat pada pasal 32. Isinya sebagai berikut:

(1) Untuk memenuhi aspek keselamatan, Kendaraan Bermotor Listrik kategori M, N, dan O harus dilengkapi dengan suara.
(2) Suara yang ditimbulkan oleh Kendaraan Bermotor Listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disesuaikan dengan kategori jenis kendaraan dan suara mesin Kendaraan Bermotor.
(3) Suara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat ditimbulkan dari komponen atau set komponen yang dipasang di Kendaraan Bermotor Listrik.
(4) Suara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) dilakukan pengujian sesuai dengan ketentuan tercantum dalam Lampiran VII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(5) Dalam hal Kendaraan Bermotor Listrik tidak dilengkapi dengan komponen sebagaimana dimaksud pada ayat (3), hasil pengujiannya ditambah 3 (tiga) desibel dari nilai ambang batas.
(6) Suara yang ditimbulkan oleh Kendaraan Bermotor Listrik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) berdasarkan tingkat frekuensi paling tinggi 75 (tujuh puluh lima) desibel.
(7) Nilai ambang batas suara Kendaraan Bermotor Listrik tercantum dalam Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.



Simak Video "Support Kendaraan Listrik, Pemprov DKI: Pengecualian Aturan Gage"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com