Selasa, 08 Sep 2020 17:01 WIB

Supaya Tak 'Anget-anget Tahi Ayam' Ini Rumus Implementasi Kendaraan Listrik Bisa Melaju Mulus

M Luthfi Andika - detikOto
PT Transportasi Jakarta mengadakan sosialisasi bus listrik dalam kegiatan car free day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta. Transjakarta Listrik (Grandyos Zafna)
Jakarta -

'Jangan sampai anget-anget tahi ayam' jadi pernyataan keras Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, terkait kendaraan listrik di Indonesia. Pernyataan Liputo itu didasari fenomena serupa pada kendaraan CNG di Indonesia beberapa tahun lalu.

Syafrin Liputo mengungkapkan hal tersebut dalam virtual Workshop Kesiapan Industri Electric Vehicles, yang digelar Selasa (8/9) hari ini. Dia berharap beragam peraturan pemerintah hingga Pergub yang sudah dikeluarkan untuk mendorong perkembangan mobil listrik tidak sia-sia.

Dia berkaca pada masa peralihan transportasi bensin ke BBG atau compressed natural gas (CNG) yang sempat ramai beberapa tahun lalu.

Meski demikian Syafrin Liputo yakin adanya komitmen bersama antara pemerintah, stakeholder dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan membuat impian besar soal kendaraan listrik akan bisa terwujud.

"Selain komitmen, sekarang ada 3 konsep yang harus diwujudkan bersama agar implementasi bus listrik di Jakarta tidak seperti program CNG bus," kata Liputo.

Konsep pertama, lanjut Liputo, adalah komunikasi. Saat komunikasi dibangun, semua hal terkait regulasi dan kebutuhan-kebutuhan kendaraan listrik akan bisa terealisasi.

PT Transportasi Jakarta mengadakan sosialisasi bus listrik dalam kegiatan car free day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta.PT Transportasi Jakarta mengadakan sosialisasi bus listrik dalam kegiatan car free day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta. Foto: Grandyos Zafna

"Pertama, komunikasikan dengan baik dengan dukungan semua pihak. Kita akan koordinasikan siapa berbuat apa itu wajib dilakukan sehingga dari level semua kita bisa investerisasi kebutuhan baik aspek regulasi, teknis dan operasional sehingga bus listrik bisa terlaksana dengan baik tidak sesaat," ujar Syafrin.

"Kedua kolaborasi antara semua stake holder, ketiga kolaborasi dengan komunikasi digabungkan. Kolaborasi tentu dengan komunikasi harus dibangun dengan baik, untuk itu kolaborasi aktif semua stakeholder kita bersama-sama mengimplementasikan bus listrik paling tidak di Jakarta," Syafrin menambahkan.

Tiga konsep tersebut dinilai menjadi langkah yang tepat saat ini untuk bisa mewujudkan kendaraan listrik bisa terealisasi. Terlebih Pemprov DKI Jakarta memiliki target bahwa pada 2030 akan banyak bus umum listrik banyak beredar di Indonesia.

"Karena kami memiliki target 2030 armada bus di Jakarta sudah menggunakan bus listrik. Memang COVID-19 ini kita mengalami kontraksi ekonomi termasuk APBD, kami relaksasi dengan target kami menyesuaikan dengan ekonomi Jakarta dan nasional," kata Syafrin.

"Target ini tetap ada, namun kami relaksasi, misalnya tahun ini harusnya ada 100 bus listrik karena COVID-19 kita harus relaksasi target itu. Karena APBD kita fokuskan pada COVID-19 transportasinya setelah kita menangani wabah COVID-19. Pak gubernur mengucapkan terima kasih dan berharap dengan program ini Jakarta menjadi kota maju yang memiliki kualitas udara yang baik," ucap Syafrin.



Simak Video "Support Kendaraan Listrik, Pemprov DKI: Pengecualian Aturan Gage"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com