Selama Lockdown BMW Kehilangan Rp 11 T

Rizki Pratama - detikOto
Rabu, 05 Agu 2020 16:50 WIB
Melihat Perakitan All New BMW X3

Pekerja merakit mobil BMW All-new BMW X3 di BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Jakarta, Rabu (18/7). BMW Group Indonesia meningkatkan aktivitas produksinya dengan menambah investasi Rp20 miliar pada 2018, dana tersebut digunakan untuk memodernisasi jalur perakitan kendaraan yang diproduksi secara lokal di BMW Production Network 2, PT Gaya Motor. Grandyos Zafna/detikcom
Lockdown bawa kerugian hingga Rp 11 triliun pada BMW. (Grandyos Zafna)
Jakarta -

BMW mengatakan bahwa perusahaannya telah kehilangan 666 juta euro atau setara Rp 11 triliun selama masa lockdown di kuartal kedua tahun 2020. Setelah melewati masa itu, pabrikan mobil mewah asal Jerman itu tetap optimistis mampu memutarbalikan keadaan di paruh kedua tahun ini.

Pengiriman untuk BMW, Mini, dan Rolls-Royce dikatakan mulai pulih terutama di China. Akan tetapi kembali normalnya penjualan tak akan menutupi kekurangan yang telah disebabkan ketika masa-masa sulit kemarin.

Saham BMW turun 3% menurut beberapa analis dan mengatakan mereka tidak akan mengalami kerugian besar dalam pendapatan. BMW juga mengatakan perkiraannya tidak memasukkan faktor dampak potensial dari gelombang kedua infeksi COVID-19 maupun risiko resesi di beberapa pasar utamanya.

Di kuartal kedua BMW hanya menjual 485.464 unit atau turun 25% dari tahun lalu di periode yang sama.

Analis Jefferies Philippe Houchois memperkirakan margin BMW untuk tahun ini secara keseluruhan menunjukkan pemulihan yang sehat pada paruh kedua tahun 2020. Namun, hasil kuartal kedua masih berada di bawah target awal.

"Kami sekarang melihat ke depan untuk periode semester kedua dengan optimisme, hati-hati dan terus menargetkan margin EBIT antara 0% dan 3% untuk segmen otomotif pada tahun 2020," kata Chief Executive BMW, Oliver Zipse dalam sebuah pernyataan.

Salah satu upaya BMW dalam melewati situasi krisis ini adalah melakukan efisiensi biaya operasionalnya dengan mengurangi tenaga kerja. BMW mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak memperpanjang 10.000 pekerja kontrak. Keputusan ini dikatakan BMW sudah mendapatkan kesepakatan dengan pihak dewan pekerja.

Untungnya dari 10.000 karyawan yang tak dipekerjakan BMW ini tak berdampak di Indonesia. BMW Group Indonesia memastikan tak ada PHK untuk pekerjanya. Director of Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, mengatakan pihaknya berusaha untuk bertahan di tengah krisis akibat pandemi virus Corona ini.

"(PHK) Itu terkait karena ada beberapa pabrik BMW yang ditutup di Jerman. Pastinya akan ada dampak baik dari secara ekonomi maupun ke tenaga kerja dari BMW Group. Tapi bisa dipastikan, BMW Group Indonesia kita pada saat ini tidak melakukan hal itu (PHK pekerja di Indonesia)," kata Jodie belum lama ini.



Simak Video "Dibanderol Rp 960 Jutaan, BMW R 18 First Edition Meluncur di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)