BMW Jalin Kerja Sama Baterai Mobil Listrik Senilai Rp 33 T

Rizki Pratama - detikOto
Minggu, 19 Jul 2020 09:07 WIB
Logo BMW
BMW kerjasama dengan pabrik baterai raksasa di Swedia. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

BMW sedang bekerja keras untuk menjadi pemain penting di pasar mobil listrik. Kabar terbarunya, BMW baru saja menandatangani kesepakatan senilai 2 miliar Euro atau Rp 33 triliun dengan Northvolt, produsen baterai dengan gigafactory yang saat ini sedang dibangun di Skelleftea, Swedia utara.

Investasi besar ini menjawab keraguan pasar bahwa BMW tak begitu serius menggarap segmen ini. Kerja sama ini berpeluang besar membuat BMW menjadi kandidat kuat untuk bersaing dengan produsen mobil listrik seperti Tesla.

Sebelum menjalin kerja sama dengan produsen baterai, BMW sudah cukup gencar memperkenalkan subbrand 'i' yang menjadi simbol elektrifikasinya. Dengan kerja sama ini BMW juga akan menjadi perusahaan yang benar-benar bebas dari emisi hingga ke pengolahan limbah lebih baik di pabrik Northvolt.

Sebagai bagian dari kesepakatan, BMW mengharuskan pabriknya memasok semua kebutuhan energinya dari Northvolt yang mencakup tenaga angin dan tenaga air.

"Untuk memberikan kontribusi yang efektif bagi perlindungan lingkungan, kami bertujuan meningkatkan keseimbangan lingkungan produk kami secara keseluruhan dari sumber daya hingga daur ulang. Ini berlaku khususnya untuk produksi baterai tegangan tinggi untuk kendaraan listrik. Itulah sebabnya kami sekarang memiliki perjanjian kontrak dengan produsen sel kami bahwa mereka hanya akan menggunakan energi hijau untuk memproduksi sel baterai generasi kelima kami," kata Ketua Dewan Manajemen BMW AG, Oliver Zipse.


Pabrik akan mencari kobalt dan lithium yang diperlukan untuk memproduksi baterai dari tambang yang mereka anggap berkelanjutan. BMW telah memperjelas bahwa mereka memprioritaskan transparansi, keberlanjutan, dan mengurangi emisi karbon. BMW juga berencana untuk berhenti menggunakan mineral tanah dalam powertrain listrik generasi kelima mulai 2021.

Dihadapkan dengan pertumbuhan cepat dalam permintaan sel baterai, BMW akan menempatkan fokusnya pada desain dan pembuatan unit daur ulang dan akan berinvestasi dalam penggunaan kembali bahan yang telah mencapai masa pakai dengan cara seefisien mungkin. Untuk desain, BMW berencana memiliki 25 model listrik dalam jajaran produknya pada tahun 2023.



Simak Video "Dibanderol Rp 960 Jutaan, BMW R 18 First Edition Meluncur di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)