Rabu, 15 Jul 2020 12:25 WIB

Beli Bensin Non-Tunai, Bagaimana Respons Masyarakat?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pertamax Turun Harga

Pengedara mengisi Bahan Bakar Minyak kerndaraan mereka di SPBU CIkini, Jakarta, Minggu (10/2/2019).  PT Pertamina (Persero) secara resmi menurunkan harga BBM jenis Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.950 per liter pada Sabtu (9/2) kemarin. Grandyos Zafna/detikcom Di Surabaya, Pertamina menerapkan transaksi non-tunai. Bagaimana responsnya? Foto: Grandyos Zafna
Surabaya -

Pertamina sudah mulai memberlakukan transaksi non-tunai. Penerapan transaksi non-tunai itu berlaku di seluruh SPBU di wilayah Surabaya.

Pertamina memberlakukan transaksi non-tunai di Surabaya sejak 1 Juli 2020, dengan uji coba transaksi non-tunai via aplikasi My Pertamina yang dilakukan dalam 1 jalur khusus "red carpet". Pemberlakuan transaksi cashless ini menjadi wujud pencegahan penularan COVID-19.

Sebelum adanya program ini, transaksi cashless di Surabaya pada Juni 2020 hanya sekitar 1.500 transaksi per hari. Kini, setelah diberlakukan program bernama SPBU PSBB (Pemberlakuan Surabaya Ber-Non Tunai Bersama), transaksi non-tunai naik 5 kali lipat.

Per hari, transaksi non-tunai bisa mencapai 8.100. Pada 9 Juli lalu, total transaksi non-tunai di SPBU se-Kota Surabaya mencapai lebih dari 9.800 transaksi.

"Peningkatan transaksi non-tunai sebesar 440 persen, atau menjadi lima kali lipat lebih ini, menjadi indikasi bahwa konsumen SPBU di Surabaya sudah mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru, untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya," kata Rustam Aji, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina MOR V.

Program ini dilaksanakan sebagai salah satu implementasi Peraturan Walikota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Kota Surabaya, yang menyebutkan agar transaksi jual beli dilakukan secara non-tunai. Menyikapi hal tersebut, Pertamina berupaya melakukan tindakan pencegahan penularan COVID-19.

Diketahui, penggunaan benda-benda yang disentuh oleh banyak orang, termasuk uang tunai baik kertas ataupun logam dikhawatirkan menjadi media penularan virus Corona. Virus COVID-19 bisa saja berpindah dari tangan satu orang ke orang lain melalui uang tunai tersebut. Makanya, disarankan agar transaksi tunai dialihkan ke non-tunai.

"Karena pembayaran secara non-tunai atau biasa disebut cashless terbukti sebagai metode transaksi keuangan yang praktis, aman, dan efisien," tambah Rustam.

Dengan meningkatnya transaksi cashless ini, Pertamina juga memberikan beberapa promo. "Beragam promo bagi pelanggan senantiasa hadir dalam aplikasi My Pertamina. Salah satunya adalah cashback yang berlaku untuk driver ojol sebesar 50% untuk pembelian produk Pertalite, cashback 50% untuk pembelian Pertalite dan Dexlite bagi pengemudi angkot, dan cashback 30% bagi masyarakat umum yang membeli Pertamax Series dan Pertamina Dex," tutup Rustam.



Simak Video "Ahok: Siapapun Korupsi di Pertamina, Kami Lacak Anda!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com