7 Motor Honda yang Berpengaruh Besar pada Dunia Roda Dua

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 13 Jul 2020 14:28 WIB
Test Ride Motor Honda di Indonesia CBR Race Day 2019
Motor Honda. (Angga Laraspati)

3. GL1000 Goldwing

Honda GL 1000Honda GL 1000 Foto: Visordown

Tak puas menguasai pasar dengan Super Cub dan CB 750, Honda mencoba untuk merengkuh pasar yang lebih mewah lagi. Honda ingin merebut hati konsumen moge seperti Harley-Davidson.

Motor berikutnya ini tadinya dirancang untuk menjadi penerus Cb 750, namun rancangan ini dirombak untuk memenuhi tren jarak tempuh tinggi menggunakan motor berkapasitas besar. Maka dari itu hadirlah GL1000 dengan mesin flat-four empat liter berpendingin cairan.

Goldwing pertama dijual 'telanjang' awalnya sampai Honda memperkenalkan versi 1100cc yang sepenuhnya menggunakan fairing pada tahun 1980. Motor ini dikombinasikan dengan bagasi hingga opsi sound sistem. Penggunaan fairing pun dipertahankan karena lebih disukai pasar hingga Goldwing saat ini.

Tak puas sampai di sana, Goldwing dikembangkan lagi dan dibekali mesin 1.500 cc enam silinder di tahun 1988. Kini motor itu sudah dibanjiri teknologi paling mutakhir dari Honda seperti gigi mundur untuk memudahkan parkir moge ini. Honda Goldwing 1.800 cc juga menjadi motor pertama yang mengadopsi Apple CarPlay.

4. CBR 600

CBR 600CBR 600 Foto: Visordown

Motor ini juga merupakan hasil serapan dari kesuksesan Honda di kejuaraan balap dunia di tahun 80-an. Dengan spesifikasi mesin 598cc 16-katup DOHC inline-four, rangka baja, garpu depan 37mm, cakram depan 276mm dan roda 17 inci tiga spoke. Lahir di tahun 1987, motor sport fairing ini memiliki berat lebih ringan dan tenaga lebih besar dari pesaing terdekatnya sehingga membuatnya mampu dikebut sampai kecepatan 240 kpj.

Berbekal spesifikasi itu, CBR 600 memenangkan semua sembilan putaran seri balapan berbasis produksi AMA Supersport tahun itu juga. Variasi selanjutnya dari model tersebut mendominasi kelas menengah kejuaraan nasional dan dunia selama 25 tahun ke depan.

Garis keturunan CBR 600 asli terus dalam line-up Honda saat ini dalam bentuk CBR650R. Masih menampilkan mesin DOHC inline empat silinder 16-katup untuk lintasan maupun jalanan.

5. CBR900RR FireBlade

Honda CBR 900Honda CBR 900 Foto: Visordown

Pada akhir 1980-an perancang Honda, Tadao Baba memikirkan motor sport dapat melaju kencang di garis lurus tapi kesulitan saat menikung. Ia pun mencari cara bagaimana dapat menggabungkan keduanya dalam satu motor.

Ia mendapat peran sebagai pengembang proyek sport dan mulai dengan gagasan mesin 750, tetapi Honda sudah memiliki VFR750 jika lebih besar sudah ada CBR1000F. Namun, Baba menyadari bahwa, dengan menjaga lubang yang sama tetapi meningkatkan tenaga mesin Honda inline empat 750, ia dapat memperluas kapasitasnya menjadi 893cc. Hasilnya ia bisa mendapatkan kekuatan motor sport 1000cc dengan sasis yang jauh lebih kecil. Lahirlah kategori motor 900 cc CBR900RR FireBlade.

Baba bertekad bahwa FireBlade-nya harus mudah dan menyenangkan untuk dikendarai. Bobot Fireblade adalah 185 kg saat diluncurkan pertama di tahun 1992. 40 kg lebih ringan dibanding motor 1.000 cc di kelasnya. Motor juga memiliki sumbu roda lebih pendek sehingga lebih lincah.

Mesin 893 cc asli FireBlade secara bertahap meningkat selama tujuh generasi ke hingga ke kapasitas 1 liter penuh pada tahun 2004. Fireblade yang terbaru, menghasilkan daya puncak 160kW dan beratnya hanya 201kg - rasio power-to-weight hampir 80% lebih tinggi dari yang asli tahun 1992.

6. VFR 1200 DCT

Honda VFR1200 DCTHonda VFR1200 DCT Foto: Visordown

VFR pertama kali diperkenalkan oleh Honda pada VFR750F tahun 1986 yang menggunakan mesin V4 dari VFR750R. VFR dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai salah satu motor paling halus yang pernah dibuat.

Penerusnya tahun 2010, VFR1200F mempertahankan reputasi itu dengan kualitas build yang luar biasa dan mesin V4 yang serba baru. Tetapi, yang lebih penting adalah kontribusi teknologi DCT atau atau transmisi kopling ganda.

DCT berbeda dengan transmisi 'otomatis' lainnya seperti CVT. DCT bekerja seperti gearbox konvensional melalui serangkaian poros dan roda gigi. Dua paket kopling terpisah bekerja pada gir genap dan ganjil dengan gir berikutnya yang relevan sehingga perubahan gir terjadi dalam sepersekian detik.

Meski ada dua kopling, motor ini tak punya tuas kopling. Pengendara akan menggunakan paddle-shift untuk mengganti gigi atau otomatis dengan timing shift konstan yang ditentukan dengan membaca parameter kecepatan, putaran mesin dan sudut bukaan throttle.

Teknologi ini telah terbukti mendulang sukses besar di mana sudah ada 100.000 model yang dilengkapi DCT terjual sampai saat ini. Sejak diperkenalkan pertama kali pada VFR1200F 2010, DCT telah diserap model Honda lainnya dan sekarang menampilkan tidak kurang dari delapan model pada tahun 2020.

7. X-ADV

PT Astra Honda Motor (AHM) resmi memasarkan Honda X-ADV. Skuter penjelajah ini dibanderol seharga Rp 400 jutaan.PT Astra Honda Motor (AHM) resmi memasarkan Honda X-ADV. Skuter penjelajah ini dibanderol seharga Rp 400 jutaan. Foto: Pradita Utama

Memang masih muda tapi motor ini masuk ke pasar bak bintang besar yang disambut dengan riuh di seluruh dunia. X-ADV merupakan inovasu radikal Honda yang sekali lagi diterima oleh pasar.

Jika di dunia roda empat mobil SUV menjadi tren maka Honda buatkan versi motornya dalam motor ini. Kehebatan motor ini ia dapat hidup di dua alam, aspal dan offroad.

Motor ini mengandalkan transmisi kopling ganda Honda yang menawarkan empat mode pengendaraan termasuk G-switch dari CRF1000L Africa Twin. G-switch pada dasarnya dirancang khusus untuk mengendarai off-road dan mengurangi slip kopling untuk meningkatkan perasaan antara throttle dan roda belakang.

Soal penerimaan pasar, X-ADV sampai saat ini sudah terjual sebanyak 30.000 unit. Di pasar Asia, Honda menawarkan versi mininya dengan kapasitas 150 cc.

Halaman

(rip/din)