Jaecoo J5 menjadi salah satu mobil listrik yang mendapat manfaat dari insentif perpajakan. Dengan begitu, harganya jadi lebih murah. Namun masuk tahun 2026, nasib insentif untuk mobil listrik belum juga jelas. Saudara Jaecoo, Chery, justru sudah lebih dulu mengambil keputusan untuk menaikan harga mobilnya. Lantas apakah harga Jaecoo J5 naik juga?
"Kita masih tunggu final dari policy. Jadi, itu kalau sudah jelas, kita pasti ikuti. Jadi, harganya bisa dikalkulasi," President Director of Chery Group Indonesia Zeng Shuo.
"Kita harus tunggu policy, lalu bisa kasih jawaban harga fix," tambahnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui dalam Keputusan Menteri Perindustrian nomor 5096 tahun 2025, Jaecoo J5 EV merupakan salah satu mobil listrik yang memenuhi kriteria TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sehingga dapat memanfaatkan insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
TKDN Jaecoo J5 EV itu mencapai 40 persen. Dengan demikian, PPN-nya hanya 2 persen, sedangkan 10 persen sisanya ditanggung pemerintah.
Pemberian insentif pajak itu berlaku untuk tahun pajak 31 Desember 2025. Belum diketahui kelanjutan nasib insentif untuk mobil listrik pada tahun 2026.
Di sisi lain, Jaecoo menghadirkan program khusus untuk konsumennya di Indonesia lewat 'Price Lock Insurance'. Ini merupakan program asuransi guna melindungi konsumen dari potensi kenaikan harga pada model J5.
Konsumen yang tertarik bisa membeli asuransi tersebut dengan nilai Rp 8 juta. Dengan begitu, semisal insentif untuk mobil listrik rakitan lokal tak berlanjut, maka harga Jaecoo J5 tidak berubah.
Seperti diketahui lonjakan permintaan yang signifikan dari masyarakat Indonesia terhadap SUV listrik bergaya modern ini. Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sudah tembus 12 ribu.
"Sejak peluncurannya, respons masyarakat sangat fenomenal, melampaui 2.000 SPK hanya dalam dua hari. Hingga Januari 2026, saya bangga mengumumkan bahwa total SPK telah melebihi 12.000 unit," ujar Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma.
Tingginya angka pemesanan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Jaecoo dalam hal distribusi. Jim Ma menjelaskan bahwa proses pengiriman unit terus dilakukan secara bertahap kepada para pelanggan yang sudah mengantre.
"Sampai dua minggu lalu, kami telah mengirimkan lebih dari 3.000 unit J5 EV kepada pelanggan," tambahnya.
Saat peluncuran, SUV listrik itu dibanderol dengan harga kompetitif yakni Rp 249,9 juta untuk tipe termurah sementara yang termahal Rp 299,9 juta.
Zeng Shuo mengatakan belum bisa memberikan harga fix dari mobil listrik ini, sebab masih menanti kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
(riar/dry)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!