Kamis, 09 Jul 2020 06:56 WIB

Sudah Boleh Angkut 70% Kapasitas Maksimum, Penumpang Bus Masih Sepi

Luthfi Anshori - detikOto
Calon penumpang bersiap menaiki bus AKAP di terminal bayangan Pondok Pinang, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda mudik atau pulang kampung pada Lebaran mendatang sebagai salah satu langkah membatasi penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.

 *** Local Caption *** Penumpang bus masih sepi, meski kapasitas angkut dinaikkan jadi 70%. (ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta -

Mulai 1 Juli 2020 Perusahaan Otobus (PO) sudah bisa menggunakan 70% dari kapasitas angkut maksimum bus. Kendati sudah bisa mengangkut lebih banyak orang, penumpang bus untuk rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih terpantau sepi, khususnya untuk trayek Jabodetabek-Jawa Tengah.

"Dari Jawa sampai ke Sumatera PP (Pulang-Pergi) okupansinya sudah mencapai 60-70%. Yang dari Jawa Timur ke wilayah penyangga (Bodetabek) okupansinya udah sekitar 60-an %. Tapi dari Jawa Tengah ke wilayah penyangga ini yang masih belum bagus, paling 30-40%. Masih jelek," bilang Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia ( IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, melalui sambungan telepon kepada detikOto, Rabu (8/7/2020).

Menurut pria yang akrab disapa Sani, sepinya penumpang bus AKAP untuk trayek Jawa Tengah ke wilayah Jakarta atau Jabodetabek terjadi karena masyarakat masih trauma, dengan segala bentuk persyaratan yang diberlakukan untuk memenuhi protokol kesehatan di masa pandemi virus Corona. Contohnya seperti kewajiban memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga luar Bodetabek yang ingin masuk ke Jakarta.

"Jadi kalau kita lihat ini indikasinya dua, satu masyarakat masih takut atau trauma dengan apa yang di-announce atau kedua, duitnya memang enggak ada. Tapi yang saya dalami, kalau duit enggak ada kan masyarakat bisa cari sumber uang. Analisa lain, masyarakat ini bergerak (ke Jabodetabek tanpa naik bus umum-Red). Karena bisa dilihat di Jakarta masyarakat sudah kembali, pertanyaannya pakai apa? Kereta sulit, pesawat sulit, bus pun juga. Nah ini mereka ke sini pakai apa? bisa saja dia naik moda lain, mobil pribadi, apa mobil pribadi yang dijadikan angkutan umum," lanjut Sani.

Di samping itu sepinya penumpang bus juga dikarenakan terminal bus yang ada di Jabodetabek belum beroperasi sepenuhnya. "Terminal yang dibuka baru Pulogebang, Kampung Rambutan dan Kalideres belum," katanya lagi.

Sebagai informasi, sesuai Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19, mulai 1 Juli 2020 bus bisa mengangkut 70% penumpang dari kapasitas maksimum.

Sebelumnya saat berlaku masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), angkutan umum termasuk bus AKAP hanya diperbolehkan membawa penumpang dengan kapasitas angkut 50% dari kapasitas maksimum.



Simak Video "Pemerintah Beri Rp 11,5 T di 7 BPD untuk Pemulihan Ekonomi Daerah"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com