Jumat, 26 Jun 2020 08:58 WIB

Bisnis Cuci Motor Modalnya Gak Sampai Rp 5 Juta? Bisa, Kok!

Ridwan Arifin - detikOto
Pencucian motor di Blitar Ilustrasi steam motor (Erliana Ryadi/detikOto)
Jakarta -

Bisnis layanan pencucian motor punya peluang besar meraup cuan. Selain penggunanya membludak, modal yang dikeluarkan juga tak banyak.

Bagi Anda yang ingin membuka usaha pencucian motor di bawah Rp 5 Juta, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum memulai usaha ini.
Seperti yang disampaikan Santoso, yang pernah berkecimpung di layanan cuci motor di Depok.

"Untuk alat-alat mah tidak sampai Rp 5 juta," kata Santoso.

Oke, Santoso menjelaskan angka Rp 5 juta merupakan peralatan dasar untuk usaha cuci motor. Berikut gambaran biaya yang perlu dikeluarkan untuk usaha cuci motor di bawah Rp 5 juta;

- Kompressor (bensin) Rp 1.600.000 - Rp 1.800.000
- Drum (untuk menampung air) 60 liter Rp 150.000
- Selang dan Nozzle Rp 200 ribu - 300 ribu
- Peralatan cuci motor (lap chamois, ember, kuas, sikat) x 2 Rp 250.000
- Shampo motor 5 liter Rp 50.000
- Banner dan spanduk Rp 300.000

Steam motor milik SantosoSteam motor milik Santoso Foto: dok. Istimewa

"Itu modal awal aja, sisanya tinggal refill bensin, listrik, biaya sewa sama shampo, udah itu aja," terang dia.

Sementara untuk 1 liter bensin, ia mengatakan satu mesin bisa melayani sampai 15 motor.

Bila ditotal, untuk modal di atas tidak sampai Rp 3 juta. Tapi ia mengatakan biaya di atas tidak termasuk sewa lahan, sebab tergantung tempat, lokasi atau kesepakatan.

"Kalau saya di sini sewa Rp 600 ribu per bulan, belum sama listrik," kata Santoso.

Musim hujan biasanya menjadi pundi-pundi bagi pengusaha jasa cuci motor, minimal 20 motor bisa masuk dalam sehari.

"Lokasinya kalau bisa di jalan yang lalu lalang kendaraan. Pahitnya pernah 5 motor, paling banyak 50 motor masuk," tutur dia.

Selain itu ia mengatakan penghasilan akan lebih banyak jika jam buka layanan lebih lama terutama saat akhir pekan.

"Lebih ke jam orang aktivitas, kalau bukanya sampai malam kemungkinan ramai, karena orang udah pulang kerja," ungkapnya.

Bagi yang tak bisa menjalankan bisnis ini sendirian, tentu perlu karyawan. Bagaimana dengan sistem pembayaran? ia mengatakan untuk menggajinya dengan sistem bagi hasil.

"Tarif Rp 15 ribu, 5 ribu untuk yang karyawan," ungkap dia.



Simak Video "Kembali Bekerja dan Tetap Sehat di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com