Kamis, 25 Jun 2020 15:17 WIB

Truk Obesitas Tak Bisa Sembarangan Lewat Tol Trans Sumatera

Tim detikcom - detikOto
Ruas tol Bakter (Bakauheni-Terbanggi Besar) yang membentang sepanjang 140,7 km kini masih di Gratiskan. Tol pemegang ruas rekor terpanjang di Indonesia itu kini di dominasi oleh Truk lintas Sumatera. Tol Trans Sumatera. Foto: dikhy sasra
Jakarta -

Truk obesitas atau over dimension over load (ODOL) masih mewarnai jalanan di Indonesia. Berbagai pihak sudah mengeluarkan kebijakan agar truk ODOL tak lagi melintas.

Di Tol Trans Sumatera, telah dipasang teknologi penghalau truk ODOL. Dilansir Antara, Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol (OPJT) PT Hutama Karya memasang peralatan teknologi weight in motion (WIM) untuk membatasi ruang gerak truk ODOL di Tol Trans Sumatera.

"Kami pasang teknologi ini untuk membatasi ruang gerak kendaraan over dimension overload yang melintas Jalan Tol Trans Sumatera," kata EDV Divisi OPJT PT Hutama Karya (Persero) J Aries Dewantoro.

Praktik truk ODOL merugikan berbagai pihak. Selain membuat jalanan cepat rusak, truk ODOL juga mengancam keselamatan pengendara lain.

Menurut Aries, truk ODOL sangat merugikan operator jalan tol, meningkatkan risiko kecelakaan dan inefisiensi akibat kondisi jalan rusak yang ditimbulkan.

Aries menjelaskan, kerusakan jalan akibat ODOL juga memicu peningkatan anggaran untuk pemeliharaan jalan nasional, jalan tol, dan jalan provinsi setiap tahun.

saat ini teknologi WIM terpasang di Gerbang Tol Bakauheni Selatan. "Semoga dengan di pasang teknologi WIM ini bisa mengurangi kendaraan yang melebihi kapasitas, dan bisa mengurangi kerusakan serta angka kecelakaan di jalan tol akibat kendaraan melebihi kapasitas yang melintas," katanya.



Simak Video "Kemenhub Bakal Potong Truk 'Obesitas' demi Keselamatan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com