Senin, 09 Mar 2020 07:37 WIB

Tanpa Truk ODOL, Anggaran Rp 43 Triliun Bisa Diselamatkan

Rizki Pratama - detikOto
Pelarangan truk memuat barang dengan kapasitas berlebih terus disosialisasikan. Hal itu membuat negara rugi tiap tahunnya untuk perbaiki jalan yang rusak. Anggatan Rp 43 triliun yang digunakan untuk perbaikan jalan karena truk ODOL bisa diselamatkan. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Di lihat dari sisi mana pun melakukan modifikasi pada kendaraan berat untuk menambah dimensi atau memaksakan kapasitas angkut akan berujung buntung. Memang bagi pengusaha akan menghemat biaya operasional namun pada akhirnya pemaksaan tersebut dapat mempersingkat umur kendaraannya.

Tidak hanya itu, truk Over Dimension Over Load (ODOL) juga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Jalan rusak tentu akan menghambat lalu lintas yang ujung-ujungnya juga memperlambat proses pengiriman barang di samping juga membahayakan keselamatan.

Kementerian PUPR menyampaikan bahwa biaya perbaikan jalan rusak akibat truk ODOL ini dapat menelan anggaran sebesar Rp 43 triliun. Dana ini bisa dialihkan jika tidak ada lagi truk ODOL melintas untuk kepentingan para pengusaha kembali sehingga akan menghasilkan solusi saling menguntungkan.

"Kalau kita bisa menggunakan kendaraan yang tidak ODOL hingga jalan tidak rusak maka biaya perawatan sebesar Rp 43 triliun bisa kita selamatkan. Dana itu bisa dialihkan ke yang lain untuk subsidi angkutan barang," kata Direktur Pembinaan Keselamatan Kementerian Perhubungan Darat, Muhammad Rizal Wasal, dalam diskusi terkait ODOL di GIICOMVEC 2020, Jakarta Convention Centre, Jakarta Pusat, akhir pekan kemarin.

Perbaikan jalan akibat truk kelebihan muatan memakan Rp 43 triliun. Perbaikan jalan akibat truk kelebihan muatan memakan Rp 43 triliun. Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban

Rizal juga mengingatkan banyak keuntungan yang didapat jika jalanan Indonesia bebas dari angkutan ODOL. Tidak hanya melulu masalah ekonomi, nyawa seseorang tentu tetap menjadi prioritas utama.

"Artinya kita berharap multiple effect terhadap perbaikan kendaraan ODOL meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bayangkan kalau mereka jalan sesuai standar, kecelakaan berkurang, kerusakan jalan berkurang," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kecelakaan tunggal ODOL sering kali menyebabkan kecelakaan lainnya. Tidak sulit membayangkan bagaimana kendaraan yang sudah besar ditambah dengan dimensin dan berat berlebih akan menjadi momok menakutkan di jalan bagi pengendara lain.

"Masak kita tega banyak kecelakaan. Kecelakaan tunggal saja tidak setuju apalagi dia menyumbang kecelakaan kendaraan lain, mereka jarang tunggal mereka selalu jadi penyebab kecelakaan lain. Kita mencegah itu ke depan," tutupnya.



Simak Video "Kemenhub Bakal Potong Truk 'Obesitas' demi Keselamatan!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com