New Normal Plus Wacana Ganjil-Genap, Penjual Motor Bekas Ngegas Lagi

M Luthfi Andika - detikOto
Sabtu, 20 Jun 2020 07:57 WIB
Motor bekas Kawasaki Ninja 250
Motor Bekas (Luthfi Anshori)
Jakarta -

Pasar motor bekas mulai kembali bergairah di masa New Normal saat ini. Bahkan keputusan pemerintah untuk memberlakukan ganjil genap untuk sepeda motor jadi berkah tersendiri bagi pengusaha motor bekas.

Seperti yang disampaikan Kepala Marketing Antara Motor, Dwi Aryanto, dihubungi detikOto, Jumat (19/6/2020). Penjualan motor bekas seperti keadaan normal sebelum pandemi virus Corona.

"Pasar motor bekas sudah seperti keadaan normal sebelum masa pandemi Virus Corona," kata Dwi.

Dwi menjelaskan hampir seluruh merek motor bekas mengalami kenaikan. Bahkan penjualan bulan lalu dan hingga pertengahan bulan Juni 2020 sudah ratusan motor bekas telah terjual.

"Bulan kemarin kita menjual 126 motor bekas ini sudah seperti keadaan normal kembali meski belum pulih 100 persen. Karena dalam keadaan normal kami bisa menjual motor bekas hingga 150-170 unit per bulan," kata Dwi.

Aneka motor bekas terpajang di showroom motor bekas rumahan Jakarta Motorsport yang terletak di belahan Jakarta bagian barat.Aneka motor bekas terpajang di showroom motor bekas rumahan Jakarta Motorsport yang terletak di belahan Jakarta bagian barat. Foto: Jakarta Motorsport

"Kalau unitnya (motor bekas) ready, bulan ini bisa unit bisa tembus 170 unit," kata Dwi.

Sebelumnya Dwi mengatakan pasar motor bekas turut terdampak krisis akibat wabah virus Corona. Jika dulu sebuah jaringan showroom besar motor bekas bisa menjual ratusan unit per bulan, akibat Corona hanya puluhan unit per bulan.

Waktu itu Dwi Aryanto mengatakan awal mula terjadi pandemi, penurunan penjualan motor bekas hanya berkisar 25-30%. Selain itu Dwi waktu itu juga menjelaskan, banyak calon pelanggan yang akhirnya batal membeli karena mengalami krisis ekonomi seturut terjadinya wabah COVID-19.

"Karena ada wabah ini, mereka ada yang dirumahkan. Terus mikirnya ke depan nanti enggak tahu gimana bayar cicilannya. Takutnya dia maksain ngambil, tapi enggak bisa bayar angsuran," ujar Dwi waktu itu.



Simak Video "Perjalanan Istimewa ke Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)