Sabtu, 09 Mei 2020 04:07 WIB

Mohon Maaf, Kalau Mau Cepat Laku Motor Seken Harus Dijual Murah

M Luthfi Andika, M Luthfi Andika - detikOto
Motor bekas di Showroom motor Cimanggis, Depok Ilustrasi pasar motor bekas Foto: Ridwan Arifin/detik.com
Jakarta -

Kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak orang memutuskan menjual motornya. Namun di tengah kondisi pasar otomotif seperti ini, harga motor turun jauh.

Kepala Marketing Antara Motor, Dwi Aryanto menjelaskan masa pandemi virus Corona seperti saat ini memang sangat menyusahkan semua sektor. Bahkan untuk menjual motor saja sulit untuk mendapatkan harga pasaran seperti sebelum pandemi virus Corona datang.

"Untuk sekarang kalau mau jual motor dengan cepat ya cuma ada satu cara, yaitu menawarkan dengan harga murah. Murah di sini itu bukan murahan, tapi berada di bawah harga pasaran yang ada," kata Dwi saat berbincang dengan detikOto.

Dwi melanjutkan, selain harga murah, motor akan cepat terjual kalau dalam kondisi prima.

"Selanjutnya kondisi motor juga harus bagus, baru nanti tinggal cari pasar atau marketnya seperti apa. Karena sebelum masa pandemi virus Corona atau dalam kalau kondisi normal barang agak mahal sedikit. Tapi kalau dia butuh ya mereka akan membelinya. Tapi sekarang berbeda, kalau sekarang harga murah akan banyak pedagang yang beli. Disarankan untuk dijual ke pengendara langsung jangan ke penjual," ucap Dwi.

Ilustrasi Motor bekas Kawasaki Ninja 250Ilustrasi Motor bekas Kawasaki Ninja 250 Foto: Luthfi Anshori

"Karena biasanya pembeli langsung membelinya agak lebih mahal. Memang agak susah juga sebenarnya, karena kadang pada ngaku-angku saja, seperti pedagang ada yang mengaku konsumen atau sebaliknya, belum lagi ada yang bilang sebagai mediator karena ada teman ingin membeli. Jadi harus pintar-pintar," Dwi menambahkan.

Lalu bagaimana dengan strategi penjualan pada masa pandemi virus Corona?

"Strategi marketnya sih sama aja dengan sebelum pandemi virus Corona. Yaitu kita pahami dulu yang kita jual itu ada bobotnya (berkualitas), harga murah," kata Dwi.

"Jika kita barang bagus harga murah tapi belum laku, cari pasarnya dengan cara online. Karena semua info saat ini didapat dari online semuanya, saat ini yang datang ke showroom pun dari online," tutup Dwi.



Simak Video "Awasi Protokol Kesehatan, Pecalang Bali Pelototi Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com