Senin, 17 Feb 2020 17:36 WIB

Jakarta Macet, Aturan Beli Mobil Harus Punya Garasi Belum Tegas

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Menjelang libur panjang Tol Dalam Kota Gato Subroto Jakarta Selatan  terlihta macet,, Kamis (24/3/2016). Laju kendaraan yang 10 Km per jam. Lamhot Aritonang/detikcom. Jakarta masih dilanda kemacetan. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Jakarta masih dilanda kemacetan lalu lintas. Pembatasan kendaraan dengan metode ganjil-genap dinilai belum mampu mengatasi kemacetan di Jakarta. Menurut pengamat, cara yang paling ampuh adalah dengan pembatasan populasi kendaraan.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan, mengatakan permasalahan utama kemacetan adalah populasi kendaraan yang tidak terkontrol. Pada akhirnya, ruas jalan yang tersedia tidak mampu menampung kendaraan begitu banyak.

"Sementara yang dilakukan pemerintah hanyalah pembatasan gerak kendaraan. Contoh ganjil genap, itu upaya pembatasan gerak, bukan pembatasan jumlah kendaraan," kata Edison kepada detikcom, Senin (17/2/2020).

Tak sedikit pemilik mobil yang tak punya garasi dan memarkirkan mobilnya di jalan. Tak sedikit pemilik mobil yang tak punya garasi dan memarkirkan mobilnya di jalan. Foto: Rifkianto Nugroho

Edison bilang, pertumbuhan ruas jalan tidak sebanding dengan peningkatan populasi kendaraan saban tahun. "Jadi kalau populasi ini bertumbuh tanpa terkontrol, tidak ada cara untuk mengatasi kemacetan. Kalau mau lancar, batasi jumlah kendaraan," katanya.

Menurutnya, ada salah satu solusi yang bisa membuat kemacetan di Jakarta setidaknya bisa berkurang. Yaitu dengan mempertegas aturan beli mobil harus punya garasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com