Baru pada 28 Agustus lalu, bus listrik TransJakarta, melakukan uji coba di jalan raya. Menariknya, pengujian ini memakai jerigen berisi air untuk mensimulasikan bobot penumpang. Dalam perjalanan selama 17 jam, bus ini membawa kumpulan jeriken dengan bobot 16 ton. Dan diklaim konsumsi baterai masih 46%.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Agung Wicaksono, punya alasan mengapa bus listrik TransJakarta menjalani uji coba hanya mengandalkan jerigen air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, sedang melakukan pengujian di jalan raya tapi tidak mengangkut penumpang, karena dari segi perizinan, ini belum sepenuhnya diberikan pemerintah. Memang perpres sudah terbit tapi peraturan di bawahnya masih disiapkan supaya izinnya bisa keluar, TransJakarta pakai pelat kuning," kata Agung kepada wartawan di 'Forum Perhubungan' yang diselenggarakan detikcom bersama Kementerian Perhubungan di Hotel Harris Vertu, Harmoni, Jakarta, Kamis (29/8/2019).
Lewat pengujian tersebut, Agung berkata ada beberapa aspek yang akan dinilai. "Jadi saat ini secara teknis pengujian dibebani dengan galon air dan beratnya 16 ton supaya kita bisa melihat bagaimana dampaknya ke depan, dampaknya ke penggunaan baterainya, dampaknya ke pengemudi dan sebagainya," terangnya.
PT Transportasi Jakarta menargetkan menguji coba sampai 10 unit bus listrik di 2020 mendatang. Agung tidak mengatakan merek dari penyuplai bus-bus listrik tersebut.
Tapi berdasarkan presentasinya, Agung mengatakan ada beberapa merek yang kemungkinan bakal dijajaki. Seperti BYD, Skywell, ZTE, Zhong Thong Bus, MAB, Ashok Leyland, dan masih ada beberapa merek lain.











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta