"Memang kalau namanya bagaimana pencampuran B30 tidak bisa terlepas dari pemerintah, karena itu kan menyangkut spesifikasi bahan bakar. Kita harus mengikuti aturannya," ujar Fuels Marketing Manager PT Shell Indonesia, Ratna Anggraeni di Jakarta, Selasa (26/06/2019).
"Kalau sekarang ini pemerintah sudah mensosialisasikan semua pemain migas itu bersiap-siap untuk B30, pemerintah juga sedang melakukan riset mengenai B30 itu. Nanti kalau risetnya sudah selesai, pasti akan keluar spesifikasi B30 seperti apa," kata Ratna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonan Luncurkan B30. Foto: Achmad Dwi Affriyadi |
"Basicly itu bukan hal yang tidak mungkin untuk kita langsung diterapkan, kita akan sesuai dengan peraturan pemerintah," tutur Ratna.
Lebih lanjut, perusahaan yang bermarkas di Belanda ini berkaca pada penerapan B20. Ratna menyatakan tidak memerlukan transisi dan bisa langsung ditetapkan agar bisa jalan.
"Shell itu satu-satunya pemain yang menerapkan bio diesel paling dulu dibandingkan pemain lainnya, dari tahun 2017 pemerintah sudah mengimbau kita langsung siap dengan bio diesel. Sudah langsung mengaplikasikan dengan B20. Sekaligus kita juga mengupgrade kualitas diesel kita," tuturnya.
"Sekarang itu menjadi 10 ppm sejak 2017 itu berarti kan sulfurnya sudah yang paling rendah. Kemudian baru tahun ini pemerintah lebih menggalakkan, otomatis Shell sudah melakukan itu," jelasnya. (riar/ddn)












































Jonan Luncurkan B30. Foto: Achmad Dwi Affriyadi
Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu