Hal ini diungkapkan langsung oleh Fuel Scientist Shell Global, Andreas Shaefer di Jakarta, Selasa (26/06/2019).
"Limited storage stability, ini juga satu hal yang kami lihat saat kita mengembangkan bahan bakar. Ini tidak direkomendasikan menyimpan bahan bakar dalam tangki untuk jangka waktu yang lama," buka Andreas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bensin pun Bisa 'Basi', Ini Penyebabnya |
Menurutnya bensin basi biasanya terjadi karena sepeda motor tidak digunakan selama berbulan-bulan. "Bahan bakar yang berada di dalam (tangki) penyimpanan jika lebih dari 3 bulan tidak direkomendasikan," tambahnya.
Untuk menentukan kapan bensin menjadi sangat buruk beragam penyebabnya, namun Andreas menghimbau pemilik kendaraan tidak usah khawatir bila kendaraan digunakan harian.
"Biasanya saat berkendara penggunaan normal hal ini (bensin rusak) tidak akan terjadi," jelas Andreas.
Pria yang sudah 14 tahun bergabung sebagai ilmuwan dari Shell ini mengungkapkan bahwa unsur kimia pada bahan bakar yang tersimpan lama berpotensi berubah serta menurunkan kualitas bahan bakar.
"Komposisi formula bensin dapat berubah, efisiensi (formula) mengalami reduksi," ujar Andreas. (riar/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!