Selasa, 02 Apr 2019 20:02 WIB

Kecelakaan Bus Terkadang Akibat Sopir Lupa Fitur Cruise Control

Rizki Pratama - detikOto
Bus Scania Foto: Agung Pambudhy Bus Scania Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kecelakaan bus seringkali terjadi akibat pengemudi yang keletihan terutama pada rute panjang antar provinsi. Karena demi mengejar target waktu tempuh tak jarang menjadi alasan sopir bus menunda waktu istirahatnya.

Padahal saat ini sudah ada beberapa fitur bus yang bisa meringankan sedikit tugas pengemudi. Seperti yang sudah banyak diimplementasikan pada berbagai jenis kendaraan, teknologi awal mobil otonom yaitu cruise control dapat memberikan beberapa waktu istirahat tanpa berhenti.



"Saat ini masih ada beberapa pengemudi yang tidak tau atau tidak mau menggunakan cruise control. Padahal cruise control itu ada supaya sopir ngga capek," General Manager of PT United Tractors Tbk, Harijadi Mawardidalam acara Scania TransJawa Gathering di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2019).

Cruise control adalah fitur pada kendaraan yang memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan konstan tanpa harus menginjak pedal gas terus-menerus. Misal cruise control di-set di kecepatan 80 km/jam, maka mobil akan melaju di kecepatan itu dalam keadaan konstan. Di beberapa mobil, untuk menonaktifkan cruise control cukup menekan pedal rem maka kecepatan akan berkurang.



Selaku distributor bus dan truk Scania di Indonesia, PT United Tractors Tbk dapat mengetahui data realtime dari bus melalui teknologi Fleet Management Service yang terdapat pada bus dan truk Scania yang terhubung dengan Command Center. para Mitra Usaha dapat mengetahui kondisi bus dan truk serta kinerja pengemudi secara online. Teknologi ini memungkinkan para Mitra Usaha untuk memantau dari jarak jauh atau melalui aplikasi di telpon genggam kapan saja dan dimana saja.



Bagi mitra UT pun tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan akses atas informasi ini. Cukup mengeluarkan biaya Rp 5 juta setahun sudah bisa mendapatkan layanan dan informasi lengkap mengenai kondisi bus, pengemudi, perawatan, hingga suku cadang.

"Ini tidak mahal, cumq biaya pulsa Rp 400,000 sebulan setahun Rp 5 juta ngga merugikan para mitra kita. Di sini kita bisa melihat dan menilai pengemudi dan juga mengawasi bagaimana kondisi truk secara langsun. Ini juga untuk kebaikan bersama meningkatkan pelayanan angkutan darat di Indonesia," tukas Harijadi. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com