Selasa, 01 Jan 2019 19:01 WIB

Ghosn Ditahan Hingga 11 Januari, Sistem Peradilan Jepang Dikritik

Rizki Pratama - detikOto
Carlos Ghosn. Foto: Renault Carlos Ghosn. Foto: Renault
Tokyo - Pengadilan Distrik Tokyo mengatakan bahwa pihaknya telah memperpanjang penahanan mantan CEO Nissan Motor Co, Carlos Ghosn hingga 11 Januari.

Diberitakan Reuters, Ghosn yang dituduh melakukan pelanggaran kepercayaan terhadap perusahaan memicu berbagai tuduhan lainnya yang memberatkan dirinya di meja hijau. Ghosn ditahan pertama kalinya pada 19 November lalu setelah dilaporkan oleh tim investigasi internal Nissan atas penggunaan uang perusahaan sebesar $ 16,8 juta untuk menutupi kerugian investasi pribadi.

Selain penggunaan aset Nissan untuk kepentingan pribadi, Ghosn juga dituduh memanipulasi nominal pendapatannya.



Reuters berusaha menghubungi pengacara Ghosn, Motonari Otsuru di kantornya namun tidak memberikan respon.

Keputusan perpanjangan penahanan ini diambil sehari sebelum masa penahanan 10 hari Ghosn untuk tuduhan terbaru ditetapkan berakhir pada hari Selasa ini. Mantan Eksekutif Nissan yang ditahan bersama Ghosn, Greg Kelly sudah bebas setelah memberikan jaminan pekan lalu yang disetujui oleh pengadilan.



Baik Ghosn maupun Kelly pada awalnya ditangkap pada akhir November dan telah didakwa dengan manipulasi gaji Ghosn di Nissan selama periode lima tahun sejak 2010. Keduanya membantah tuduhan itu.

Perpanjangan penahanan ini juga membuat sistem peradilan pidana Jepang di bawah pengawasan internasional dan memicu kritik dari beberapa praktisi hukum dunia. Hal ini dikarenakan penahanan tersangka dalam tahanan untuk waktu lama serta melarang pengacara hadir selama interogasi yang berlangsung delapan jam sehari.

Dewan Nissan pada bulan November memecat Ghosn dari posisi ketua dan Kelly dari jabatan wakil direktur. Meskipun demikian keduanya secara teknis masih tetap menjadi anggota dewan yang hanya dapat dihapus oleh pemegang saham. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed