Jumat, 30 Mar 2018 09:44 WIB

Mobil Penumpang Dilarang Isi Premium Selama Asian Games

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Mobil mengisi BBM di SPBU Pertamina Foto: Rachman Haryanto Mobil mengisi BBM di SPBU Pertamina Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah mewajibkan kendaraan penumpang untuk menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Euro4 atau memiliki kadar oktan sebesar 90 ke atas sepanjang perhelatan Asian Games. Adapun saat ini, BBM beroktan di bawah 90 yang masih tersedia adalah BBM jenis Premium.

Asian Games sendiri bakal berlangsung di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang

Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar saat ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kamis (29/3).

Kendati demikian, menurut Siti, kendaraan logistik yang digunakan untuk distribusi barang tetap diperbolehkan menggunakan BBM di bawah standar Euro4 dalam kurun waktu delapan hingga sembilan bulan sejak Juli mendatang. Hal ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri LHK Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.



"Di dalam aturannya, kami berikan pengecualian. Kendaraan yang untuk dagang, seperti Gran Max dan lain-lain masih diizinkan (pakai BBM di bawah Euro4) selama delapan bulan hingga sembilan bulan (setelah bulan Juli). Jadi masih bisa," ujar Siti.

Hanya saja, kendaraan penumpang tetap diwajibkan menggunakan BBM Euro 4 selama masa Asian Games. Pasanya, menurut dia, penggunaan BBM dengan kadar oktan yang tinggi mengurangi emisi timbal (Pb) yang sangat mengganggu kesehatan.




Sebelumnya, di dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Kementerian LHK mengatakan konsentrasi debu udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (PM2.5) di Jakarta dan Palembang sudah lebih besar dari ambang batasnya. Di Jakarta, contohnya, konsentrasi PM2.5 antara Januari 2017 hingga Januari 2018 sudah berada di angka 35 mikro gram (ug) per meter kubik atau jauh lebih tinggi dibanding standar World Health Organization (WHO) yakni 25 ug per meter kubik.

Standar Emisi Euro4 dalam gambarStandar Emisi Euro4 dalam gambar Foto: Andhika Akbarayansyah


"Dan itu berisi timbal, timbal itu kan logam berat. Kalau pakai oktan yang lebih tinggi itu timbal lebih rendah yang berujung ke kualitas lingkungan. Indonesia mungkin sekarang yang paling tertinggal, mungkin hanya Indonesia dan Myanmar yang belum beralih ke BBM Euro 4," jelas dia.

Ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk mendistribusikan BBM Euro4 di kawasan Jakarta dan Palembang. Hanya saja, ia tak menyebut secara spesifik mengenai jenis-jenis BBM yang termasuk dalam Euro4.

Adapun saat ini, BBM produksi Pertamina dengan kadar oktan di bawah 90 hanyalah Premium. Sementara itu, sisanya tercatat memiliki kadar oktan sebesar 90 atau lebih seperti Pertalite dengan RON 90, Pertamax dengan RON 92, Pertamax Plus dengan RON 95, dan Pertamax Turbo dengan RON 98.

"Pertamina sudah kami ajak rapat dan sudah bisa distribusi sebagian (BBM-nya)," pungkas dia.

-------

Artikel ini sudah dimuat di CNN Indonesia dengan judul: Kendaraan Penumpang Dilarang Pakai Premium Jelang Asian Games (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya