Sabtu, 03 Mar 2018 10:00 WIB

Di Luar Negeri Truk Bekas Jadi Bangkai, Kok Masuk Indonesia

Ruly Kurniawan - detikOto
Truk Isuzu dipamerkan di GIICOMVEC 2018 (Foto: Rachman Haryanto) Truk Isuzu dipamerkan di GIICOMVEC 2018 (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Impor truk bekas sempat marak beberapa waktu lalu. Impor truk ini terjadi karena adanya perubahan standar emisi di negara asal truk seperti Jepang.

"Impor truk bekas paling banyak itu dulu dari Jepang. Lima sampai enam tahun lalu, Euro 0-2 dilarang disana, mereka ganti standarisasi. Sedangkan Indonesia masih belum memberlakukan hal itu. Nah dikirim deh ke sini karena bangkai di mereka banyak. Sekarang sih sudah menipis," papar Director of Product Planning Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Edy Jusuf Oekasah kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta.

"Paling banyak sih sepertinya truk besar di Jawa dan Kalimantan (yang melakukan hal tersebut). Kalau pengekspornya mungkin dari Hong Kong ya, yang setir kanan. Karena kalau setir kiri modifikasinya susah," lanjutnya.


Terkait kebijakan pemerintah yang ingin menyetop aturan truk bekas impor, Edy menerimanya sangat baik. Karena, hal tersebut tidak baik untuk kesehatan industri otomotif di dalam negeri.



"Bagus dong. Lagipula orang di luar negeri dibuang kok malah kita ambil. Hasilnya nanti malah ekonomi tidak berputar disini. Lagipula truk bekas itu kan tidak ada standarisasinya. Boro-boro Euro2, Euro0 saja belum tentu. Spare partnya juga seperti apa? Kan ini truk jalan terus, nah kalau misalkan mogok di jalan tol ke Cikampek gimana? Yang ada malah buat macet," kata Edy.

"Maka, keputusan truk bekas disetop itu saya bilang tepat," pungkasnya lagi. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed