Ada Kendaraan Listrik, Kendaraan Konvensional Belum Tentu Mati

Ada Kendaraan Listrik, Kendaraan Konvensional Belum Tentu Mati

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Jumat, 17 Nov 2017 11:26 WIB
Ada Kendaraan Listrik, Kendaraan Konvensional Belum Tentu Mati
Mengintip 'SPBU' Mobil Listrik di China (Foto: Feby Dwi Sutianto)
Jakarta - Seiring dengan mengarahnya tren kendaraan listrik, kendaraan bermesin konvensional terancam berakhir. Namun hal tersebut masih berupa prediksi. Jadi belum tentu kendaraan konvensional berakhir.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Indonesia, Ing Gunadi Sindhuwinata, makin ke sini teknologi makin canggih, meski nantinya kendaraan listrik akan menjadi tren baru di industri otomotif, dirasanya tidak secepat dan semudah itu mengakhiri keberadaan kendaraan konvensional.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak secepat itu. Saya berpikir agar lain, sekarang kita dorong terus agar kendaraan listrik ini terus berjalan. Ini bisa saja, tetapi manusia tidak akan berhenti berinovasi. Di sisi lain fuel cell sangat getol dikembangkan," ujarnya kepada wartawan, di JCC Senayan, Jakarta.

Saat ini pun, kata Gunadi, kendaraan dengan mesin konvensional bisa dijadikan kendaraan antipolusi dengan berbagai cara. Sehingga tidak merusak tatanan industri otomotif yang sedang berjalan sampai saat ini.



"Karena bisa saja diisi dengan air, jadi polusinya tidak ada. Mesinnya akan tetap sama, jadi nggak merusak industri yang sedang berjalan sekarang, mungkin bisa jadi alternatif," tuturnya.

Patokan dari pemerintah yang menyisakan waktu sekitar delapan tahun hingga 2025, lanjut Gunadi, masih cukup waktu untuk kendaraan bermesin konvensional beredar di pasar dan jalanan.



"Bisa jadi pada tahun 2000 sekian masalah fuel cell ini, kendaraan bermotor konvensional diisi dengan air sudah berkembang advanced," ucapnya.

Untuk selanjutnya semua itu kembali lagi kepada para pemain di industri otomotif. "Lebih jauh lagi ya bagaimana produsen mobil mengembangkan ke fuel cell untuk memanfaatkan air untuk bahan penggeraknya," pungkas Gunadi. (khi/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads