"Tahun 2020 kita harus menjadi global player," ujar Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Gigih Wahyu Hari Irianto kepada para distributor, vendor, supplier Pertamina Lubricants dalam seminar di Annual Conference & Gathering Pertamina Lubricants (ACGPL) 2016, di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali, Kamis (17/11/2016).
Untuk mencapai target itu, Pertamina sudah menyiapkan berbagai tahapan. Tahun 2016 saat ini Pertamina Lubricants tengah membangun landasan yang kuat, tahun 2017 memperkuat pilar bisnis, tahun 2019 meningkatkan kecepatan pertumbuhan, tahun 2019 mengoptimalkan potensi dan 2020 menjadi perusahaan yang berkinerja tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dadan Kuswaraharja |
Sejak spin-off unit bisnis pelumas dari PT Pertamina (Persero) pada 23 September 2013, PT Pertamina Lubricants semakin pasti melangkahkan kakinya menjadi perusahaan pelumas kelas dunia dengan pengembangan kinerja operasi dan pertumbuhan bisnis yang lebih baik.
"Di tahun 2013, banyak hal yang harus diperbaiki dari organisasi, bisnis semua butuh pemahan dan tidak cukup dengan penanganan, karena situasi global berubah begitu cepatnya, maka kita harus bertransformasi secara cepat, kalau tidak kita akan digilas habis oleh kompetitor. Intinya adalah perubahan, berubah yang cepat, maka kita tidak cukup pakai kapal layar, tidak cukup kapal besi tapi kapal besi yang menggunakan teknologi terkini untuk menggerakkan seluruh proses, kita tidak bisa menjawab tantangan sekarang dengan cara-cara dulu. Kapal perang ini merepresentasikan teknologi," ujar Gigih panjang lebar.
Foto: Dadan Kuswaraharja |
Pertamina Lubricants saat ini masih menguasai pasar pelumas di tanah air dengan market share mencapai 58-60 persen berdasarkan survei dari IHS 2015 dan Kline 2015. "Pertumbuhan Lubricants sekitar 2,5 persen," ujarnya.
Namun meski sudah menguasai pasar Indonesia, Pertamina Lubricants tidak puas, target menjadi pemain global pun ditetapkan.
(ddn/ddn)












































Foto: Dadan Kuswaraharja
Foto: Dadan Kuswaraharja
Komentar Terbanyak
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?